BERAU TERKINI – Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran senilai Rp10,25 miliar untuk anggaran makan dan minum selama tahun ini.

Anggaran itu digunakan untuk kebutuhan jamuan para tamu kehormatan pemerintah, mulai gubernur, wakil gubernur hingga sekretaris Provinsi Kaltim.

Angka ini diklaim dalam kurun tiga tahun belakangan ini.

Pada 2023 tercatat Rp12,2 miliar, naik di 2024 menjadi Rp15,9 miliar, lalu turun pada 2025 menjadi Rp11,9 miliar.

Pun anggaran Rp10,25 miliar tahun ini, diklaim juga sudah mengalami efisiensi.

Sebab pada penyusunan anggaran, sebenarnya pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp25 miliar.

“Penggunaan anggaran bergantung pada jumlah tamu dalam setiap kegiatan, termasuk pendamping,” tulis Biro Umum Setdaprov Kaltim dalam keterangan resmi, mengutip laporan Pranala.

Pertemuan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dengan Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia. (pemprov kaltim)
Pertemuan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dengan Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia. (pemprov kaltim)

Biro Umum juga memfasilitasi jamuan untuk kegiatan organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra yang mengajukan permohonan resmi.

Kebijakan ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan sosial dan kemitraan.

Menjawab isu penggunaan Harum Resort—rumah pribadi gubernur—Pemprov menyebut langkah itu sebagai bentuk efisiensi.

Tempat tersebut digunakan tanpa biaya operasional tambahan, sehingga dinilai lebih hemat dibandingkan menyewa hotel yang mengenakan biaya per orang, pajak, dan sewa ruang.

Pemprov Kaltim meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah menegaskan pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan, serta siap dipertanggungjawabkan kepada publik.