BERAU TERKINI – Kabar mengenai penambahan rute bus Damri menuju Kecamatan Bidukbiduk mulai mencuat ke publik.

Dinas Perhubungan merencanakan transportasi Damri rute Tanjung Redeb menuju Bidukbiduk ini akan beroperasi mulai September mendatang.

Adanya armada Damri tambahan tersebut diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat maupun wisatawan menuju destinasi wisata unggulan.

Namun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengaku sejauh ini belum mendapatkan informasi lanjutan secara mendetail.

Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengakui sudah mendengar kabar mengenai penambahan rute bus Damri tersebut.

Meski demikian, pihaknya belum mengetahui bagaimana kelanjutan serta mekanisme perwujudan program itu di lapangan.

“Jadi memang saya baca berita terkait itu, tapi untuk realisasinya saya belum mendengar,” ungkap Samsiah.

Disbudpar Berau mempertanyakan apakah rencana rute baru ini termasuk dalam program unggulan yang pernah dibahas sebelumnya.

Staf Teknis sekaligus Pengawas Kepariwisataan Disbudpar, Andi Nursyamsi, memberikan catatan mengenai program Berau Trans.

Program tersebut sempat menjadi topik pembahasan serius bersama jajaran legislatif di DPRD Berau.

Andi bertanya-tanya apakah operasional bus Damri tersebut merupakan bagian dari realisasi program Berau Trans.

Kepastian mengenai identitas program ini sangat penting untuk koordinasi antarinstansi di masa depan.

“Kami bertanya-tanya juga, apakah yang dimaksud dengan Berau Trans itu salah satunya damri itu,” kata Andi.

Terlepas dari belum adanya laporan resmi, Disbudpar Berau memastikan sangat mendukung penuh rencana penambahan rute tersebut.

Peningkatan transportasi publik dinilai sebagai kunci utama dalam memajukan sektor kepariwisataan di Kabupaten Berau.

Kemudahan aksesibilitas dipastikan akan berdampak positif pada jumlah kunjungan wisatawan ke pesisir selatan.

Kehadiran bus Damri akan memberikan alternatif moda transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas. 

Disbudpar siap bersinergi untuk menyukseskan operasional transportasi publik demi kemajuan ekonomi kreatif warga sekitar.

“Kalau Pariwisata tentu pasti mendukung. Karena itu kan aksesibilitas. Prinsipnya mendukung lah,” pungkas Andi. (*)