BERAU TERKINI – Lampu lalu lintas di wilayah Berau kerap mengalami kerusakan hingga membingungkan para pengendara yang melintas.
Salah satu titik yang sempat dikeluhkan warga adalah lampu merah di persimpangan Jalan Mangga 1 beberapa waktu lalu.
Kondisi infrastruktur yang sudah tua menuntut adanya peremajaan berkala demi menjaga kelancaran serta keselamatan arus lalu lintas.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Berau, Aidil Hamka, menyatakan pihaknya telah menyiapkan program perbaikan tahun ini.

Rehabilitasi total rencananya akan menyasar sekitar tiga titik lampu lalu lintas yang dinilai paling krusial.
Anggaran untuk pelaksanaan proyek tersebut dipastikan sudah tersedia dan siap untuk segera digulirkan.
“Untuk lampu merah, tahun ini sudah kami siapkan. Ada sekitar tiga titik yang akan direhabilitasi total,” ujarnya.
Aidil mengakui perbaikan lampu yang rusak saat ini belum bisa dilakukan sepenuhnya dalam waktu dekat.
Hal tersebut disebabkan keterbatasan stok suku cadang yang tersedia di gudang penyimpanan dinas.
Dishub Berau harus melakukan proses pengadaan komponen terlebih dahulu yang dijadwalkan selesai pada tahun ini.
Meskipun anggaran telah tersedia, proses pengerjaan masih harus menunggu penyelesaian tahapan administrasi di tingkat internal.
Pergeseran kepemimpinan di instansi terkait menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal pelaksanaan teknis di lapangan.
“Kami masih belum melakukan pengadaan suku cadang. Mudah-mudahan tahun ini bisa kami siapkan,” jelas Aidil.
Dishub Berau telah mengalokasikan dana sebesar Rp3 miliar khusus untuk program perbaikan sarana jalan tersebut.
Dana ini akan difokuskan pada pembenahan jaringan lama yang sudah tidak dapat diperbaiki secara maksimal.
Prioritas utama rehabilitasi adalah wilayah dalam kota guna menunjang mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.
Peremajaan jaringan dilakukan untuk mengganti sistem kabel maupun perangkat lampu yang sudah dianggap usang.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir gangguan teknis yang sering menyebabkan lampu padam secara tiba-tiba.
“Yang kami rehabilitasi adalah jaringan lama yang memang sudah harus diremajakan. Fokusnya di dalam kota,” lanjutnya.
Hingga saat ini, pihak dinas belum menentukan secara pasti lokasi mana saja yang akan mendapatkan perbaikan total.
Penentuan titik prioritas akan dilakukan melalui survei lapangan untuk melihat kondisi teknis paling mendesak di setiap persimpangan.
Teknisi di lapangan sudah memberikan paparan awal dan menyatakan kesiapan untuk memulai proses pelaksanaan rehabilitasi.
Aidil mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melewati persimpangan dengan lampu lalu lintas yang tidak berfungsi.
Kewaspadaan tinggi sangat diperlukan guna menghindari terjadinya kecelakaan di titik-titik rawan tersebut.
“Kami belum menentukan titik pastinya karena survei total belum dilakukan. Namun teknisi sudah siap untuk pelaksanaan,” pungkasnya. (*)

