BERAU TERKINI – Berawal dari kebutuhan sederhana dalam sebuah acara keluarga, usaha sewa kebaya Sewasini Berau kini menjelma menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk tampil anggun dengan busana tradisional.

Di balik usaha ini, Mei Adeliana berhasil membaca peluang yang belum banyak digarap di Berau.

Ide tersebut muncul saat dirinya mempersiapkan pernikahan sang adik.

Dari situ, ia melihat potensi besar jika menyediakan kebaya dengan variasi yang lebih beragam, tidak hanya terbatas pada model yang umum digunakan di daerah.

“Waktu itu kepikiran, kenapa tidak sekalian dibuat usaha. Apalagi di Berau pilihan kebaya masih terbatas, sementara tren di luar kota sudah lebih berkembang,” ujarnya.

Dengan dukungan keluarga yang bergerak di bidang wedding organizer, Mei mulai menghadirkan konsep penyewaan kebaya dengan sentuhan berbeda.

Salah satunya dengan menghadirkan busana adat Jawa, seperti beskap, hingga konsep seragam keluarga pengantin yang kini mulai diminati.

Momentum Hari Kartini pun menjadi berkah tersendiri. 

Permintaan sewa kebaya meningkat tajam dibanding hari biasa dengan pengunjung yang datang langsung ke galeri terus bertambah.

“Menjelang Hari Kartini memang ramai sekali. Banyak yang cari kebaya untuk acara sekolah maupun instansi,” jelasnya.

Menariknya, kebaya encim dan kebaya janggan menjadi primadona saat perayaan Hari Kartini. 

Sementara, di luar momen tersebut, kebaya pesta hingga kebaya untuk ibu dan besan tetap menjadi favorit pelanggan.

Tak hanya pelajar, pelanggan Sewasini Berau didominasi masyarakat umum, terutama karena kerja sama dengan wedding organizer lokal yang memperluas jangkauan pasar.

Dari sisi harga, Sewasini Berau menawarkan pilihan yang cukup terjangkau, mulai Rp125-175 ribu untuk kebaya reguler.

Sedangkan, beskap Jawa dibanderol Rp250 ribu dan kebaya ibu berkisar Rp250-350 ribu per set.

Meski terlihat sederhana, menjaga kualitas menjadi perhatian utama.

Setiap kebaya dicuci dan dirawat secara mandiri untuk memastikan kebersihan dan kenyamanan pelanggan.

“Semua kami cuci sendiri, lalu disetrika dan disimpan rapi agar tetap bersih,” tambahnya.

Di tengah persaingan usaha, media sosial menjadi kunci penting dalam memperkenalkan Sewasini Berau.

Melalui Instagram, usaha ini semakin dikenal luas oleh masyarakat.

Mei juga melihat adanya perubahan tren di kalangan anak muda yang kini lebih menyukai kebaya modern dengan desain kekinian.

Melalui inovasi dan keberanian membaca peluang, Sewasini Berau tidak hanya menjadi bisnis penyewaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan kembali kebaya sebagai busana yang relevan di berbagai kesempatan. (*)