BERAU TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau tetap memprioritaskan penambahan dan perbaikan lokasi wisata pada tahun ini.
Namun, langkah perbaikan kali ini tidak bisa dilakukan secara masif karena adanya informasi pemangkasan anggaran daerah.
Disbudpar kini tengah menyusun strategi agar pembangunan tetap berjalan efektif di tengah keterbatasan dana.
Staf Teknis Disbudpar Berau, Andi Nursyamsi, menyatakan, pihaknya saat ini fokus pada tahap perencanaan terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk menentukan lokasi mana saja yang mendesak untuk dibenahi sarana dan prasarananya.
Pihaknya belum bisa merilis daftar resmi lokasi wisata yang akan mendapat bantuan fasilitas tersebut.
“Jadi mungkin kami sementara fokus di perencanaan saja dulu, mungkin nanti kalau sudah matang kami akan rilis,” jelas Andi.
Efisiensi anggaran menjadi tantangan besar mengingat banyaknya kebutuhan sektor pariwisata yang harus segera dipenuhi pemerintah.
Skala prioritas harus ditentukan dengan sangat cermat agar pembangunan tidak salah sasaran.
Andi berharap seluruh tahap perencanaan pembangunan ini sudah bisa diselesaikan pada Mei mendatang.
Jika sudah tetap, Disbudpar baru bisa menetapkan lokasi wisata yang akan mendapat penambahan fasilitas tahun ini.
Penentuan lokasi tersebut akan didasarkan pada tingkat kebutuhan dan potensi kunjungan wisatawan di masing-masing daya tarik.
“Mungkin awal Mei mudah-mudahan bisa kami tetapkan sudah mana-mana yang akan dibangun tahun ini,” tambahnya.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menambahkan, permintaan peningkatan sektor pariwisata datang dari berbagai pihak.
DPRD Berau juga secara aktif menyarankan penambahan amenitas di setiap titik daya tarik wisata unggulan.
Hal ini sejalan dengan visi Bupati Berau dalam melakukan transisi ekonomi dari sektor tambang.
“Ini menjadi prioritas utama beliau untuk transisi pergantian sektor tambang ke meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata,” jelas Samsiah.
Pemerintah daerah tetap optimistis terhadap peningkatan kunjungan wisatawan jika amenitas dan fasilitas terus diperbaiki secara berkala.
Saat ini, kemudahan akses menuju Berau dari wilayah Tarakan maupun Kutai Timur sudah sangat mendukung mobilitas pelancong.
Disbudpar meyakini tingkat kunjungan akan tetap stabil, bahkan semakin tinggi di masa depan.
Fasilitas publik yang memadai di lokasi wisata menjadi kunci utama dalam memanjakan para pengunjung yang datang.
“Insya Allah tingkat kunjungan tetap akan stabil dan semakin tinggi, karena kemudahan akses juga sudah terjadi,” tutup Samsiah. (*)

