BERAU TERKINI – Tugas suci guru ngaji agar anak madrasah pandai mengaji, dirusak oleh oknum tak bertanggungjawab yang melakukan pelecehan seksual di, Kukar, Kaltim.
Aksi oknum tersebut dilakukannya di sebuah Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di Kecamatan Kembang Janggut.
Sekitar 11 murid disebut menjadi korban kebuasan pikiran seksual abnormal guru ngaji tersebut.
Berdasarkan laporan Kaltim Today, setidaknya satu orang dari keluarga korban telah melaporkan aksi guru ngaji itu ke polisi.
Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedy Supriyanto membenarkan adanya laporan tersebut.
Ia menyebut perkara itu kini ditangani pihak kepolisian dan masih dalam proses pendalaman untuk memastikan jumlah korban.
“Korbannya ini sementara kalau menurut berita di medsos ya itu ada 11 (anak), tetapi kan untuk pastinya ini anggota saya lagi melakukan pemeriksaan dulu, dimintai keterangan dulu,” kata Dedy.

Berdasarkan keterangan salah satu korban, dugaan peristiwa tersebut terjadi sejak Desember 2025.
Namun, laporan resmi baru disampaikan pada 22 April 2026.
Selain itu, petugas juga melakukan jemput bola ke desa setempat untuk mengetahui jumlah korban sebenarnya.
“Terduga pelaku sebagai guru ngaji. Selama ini mereka mengaji di situ,” tuturnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembang Janggut, IPTU Maharoni menambahkan, perkembangan kasus masih dalam penyelidikan dengan mencari saksi tambahan dan menyusun keterangan korban.
“Jadi korbannya ini masih kami susun, karena anak-anak kan susah dia, masih belajar. Jadi harus didampingi orang tuanya saat dimintai keterangan,” ungkapnya.
Saat ini, masih mendalami kasus tersebut, termasuk meminta keterangan dari korban lain agar perkara bisa segera naik ke tahap penyidikan.
Namun, sejak kasus tersebut ramai di media sosial. Terduga pelaku sudah tidak ada di tempat, dan diduga melarikan diri.
Hingga kini, terduga pelaku belum ditemukan. Polsek Kembang Janggut tengah melakukan pencarian sambil memeriksa saksi atau korban lainnya.
“Terakhir belum ketemu (terduga pelaku), ini masih kami cari juga, sekaligus memeriksa anak-anak yang lain dan saksi-saksi lain. Mudah-mudahan secepatnya,” tutupnya.
