BERAU TERKINI – Polemik di ruang ganti Real Madrid mencapai titik didih maksimal saat La Liga menuju penghujung musim.
Banyak isu yang muncul terkait kondisi internal Real Madrid dalam beberapa waktu belakangan ini.
Mulai dari pergantian pelatih, penjualan pemain, pertengkaran antar pelatih dan pemain, selisih antar pemain hingga isu disiplin.
Kemelut yang menunjukkan kerapuhan mental pemain dan manajemen klub saat ini.
Kisah ini bukan cerita dalam satu episode.
Sebab huru-hara pada musim ini sudah dimulai sejak Xabi Alonso ditunjuk secara resmi oleh klub untuk menukangi Real Madrid pada awal musim.
Xabi Alonso membuat ketar-ketir banyak fans sepakbola dunia saat pertama kali diperkenalkan oleh klub.
Sayangnya, proyek itu runtuh sangat cepat.
Madrid memang sempat memulai musim dengan baik, tetapi performa mereka merosot drastis setelah akhir 2025.
Kekalahan demi kekalahan mulai berdatangan, termasuk saat tumbang dari Barcelona di final Supercopa de Espana pada Januari 2026.
Hanya sehari setelah laga itu, Madrid resmi berpisah dengan Alonso.
Laporan dari media Spanyol menyebut Alonso kesulitan mengendalikan ego para pemain bintang.
Ruang ganti mulai terbelah, dan hubungan sang pelatih dengan beberapa pemain inti memburuk.
Pemecatan Alonso justru menjadi awal dari kekacauan yang lebih besar.
Madrid kemudian menunjuk Alvaro Arbeloa, tetapi performa tim tetap tidak stabil.

Isu pemecatan Xabi Alonso dikaitkan dengan penganakemasan Vinicius Junior oleh Presiden Real Madrid Vinicius Junior.
Bahkan ada laporan yang menyebut sejumlah pemain senior mulai kehilangan kepercayaan kepada winger Brasil tersebut.
Situasi makin panas setelah muncul tudingan bahwa Vinicius membocorkan percakapan internal pemain kepada Arbeloa.
Dugaan itu membuat hubungan sang pemain dengan beberapa rekan setim disebut memburuk jelang El Clasico.
Puncak krisis Madrid terjadi pekan ini ketika Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat konflik besar di Valdebebas.
Menurut berbagai laporan media Spanyol, pertengkaran bermula dari tuduhan Federico Valverde bahwa Aurelien Tchouameni membocorkan isi ruang ganti kepada media.
Ketegangan sudah terlihat sejak sesi latihan, sebelum akhirnya berlanjut ke ruang ganti.
Laporan paling serius menyebut Aurelien Tchouameni sempat memukul Federico Valverde hingga gelandang Uruguay itu terjatuh dan mengalami cedera kepala.
Federico Valverde bahkan harus mendapat jahitan dan sempat dibawa ke rumah sakit.
Madrid kemudian membuka proses disipliner kepada kedua pemain tersebut.
Valverde sendiri membantah terjadi perkelahian fisik brutal, tetapi mengakui memang ada ketegangan akibat frustrasi terhadap musim buruk tim.
Insiden ini menjadi simbol betapa rapuhnya kondisi internal Madrid saat ini. Dan kini Madrid harus datang ke Camp Nou dalam kondisi penuh tekanan.
