BERAU TERKINI — Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mengeluarkan peringatan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghadapi fenomena cuaca panas ekstrem yang melanda Bumi Batiwakkal.

Melalui informasi resmi yang dibagikan, Dinkes menekankan, suhu udara yang sangat tinggi dalam durasi lama dapat memicu dampak serius bagi kesehatan.

Sehingga, diperlukan kewaspadaan ekstra untuk melindungi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

Dampak dari cuaca panas ekstrem ini sangat beragam, mulai kelelahan panas yang menyebabkan pusing, lemas, mual, hingga keringat berlebih.

Kondisi yang lebih berbahaya adalah serangan panas (heat stroke) yang terjadi saat suhu tubuh meningkat drastis, kulit menjadi kering, kejang, hingga memicu kebingungan pada penderitanya.

Selain dehidrasi yang dapat mengganggu fungsi organ, panas menyengat ini juga berisiko memperburuk kondisi individu dengan riwayat penyakit tertentu.

“Memperberat penyakit kronis seperti jantung, paru, ginjal, dan tekanan darah dan gangguan kulit seperti kulit terbakar (sunburn), ruam iritasi,” tulis akun Instagram resmi @dinkesberau, Sabtu (9/5/2026).

Dinkes Berau juga memetakan beberapa kelompok orang yang paling rentan terhadap risiko kesehatan ini.

Kelompok pertama adalah lansia karena sistem tubuh mereka yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu.

Lalu, anak-anak yang suhu tubuhnya cenderung naik lebih cepat sehingga mudah mengalami dehidrasi.

Ibu hamil pun masuk dalam kategori berisiko tinggi karena perubahan suhu dapat memengaruhi kesehatan janin.

Selain itu, mereka yang bekerja di bawah terik matahari dan penderita penyakit tertentu juga perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Pekerja di luar ruangan seperti petani, nelayan, buruh bangunan, dan pengemudi serta penderita penyakit kronis Seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan gangguan pernapasan,” dikutip lebih lanjut dari unggahan tersebut.

Sebagai langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko, masyarakat sangat dianjurkan untuk meningkatkan asupan cairan dengan minum air putih minimal delapan gelas sehari, terutama bagi mereka yang aktif bergerak.

Penggunaan alat pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, serta pakaian berbahan tipis dengan warna terang sangat disarankan.

Warga juga diimbau untuk menghindari aktivitas luar ruangan di waktu puncak terik matahari, yakni antara pukul 10.00 hingga 16.00 WITA.

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah menjaga sirkulasi udara di dalam rumah agar ruangan tidak terlalu pengap.

Masyarakat diminta untuk tidak meninggalkan anak kecil atau lansia di dalam kendaraan yang terparkir di area terbuka.

Jika menemukan tanda-tanda kelelahan pada diri sendiri atau orang lain, segeralah beristirahat di tempat teduh dan konsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayur untuk menjaga daya tahan tubuh.

Dinkes Berau berharap masyarakat dapat mengenali gejala gangguan kesehatan akibat panas secara dini dan segera melakukan tindakan medis jika kondisi memburuk.

“Jika mengalami gejala berat seperti pusing hebat, kulit sangat panas dan kering, kebingungan, atau pingsan, segera cari pertolongan medis terdekat,” tutupnya. (*)