BERAU TERKINI – Kondisi R (20), korban pembacokan yang diduga dilakukan suaminya sendiri di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, masih kritis dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD dr Abdul Rivai, Jumat (8/5/2026).

Korban bahkan direncanakan dirujuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda karena mengalami luka serius di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam yang menembus tulang tengkorak.

Humas RSUD dr Abdul Rivai, Dani Apriat Maja, menjelaskan, korban tiba di rumah sakit pada Kamis (7/5/2026) sekira pukul 15.00 WITA setelah dirujuk dari Kecamatan Segah.

“Pasien masuk dengan kondisi syok hemoragik akibat kehilangan banyak darah karena pendarahan hebat dari sejumlah luka yang diderita,” ujarnya.

Dani merinci, korban mengalami luka robek di tangan kanan, tangan kiri, kepala, pipi kiri, lutut kiri hingga bagian pinggang.

Saat ini tim medis masih melakukan penanganan intensif di ICU.

Korban juga telah menerima transfusi darah sebanyak dua kantong untuk menstabilkan kondisinya sebelum proses rujukan dilakukan.

“Hari ini rencananya pasien akan dirujuk ke RS AWS Samarinda karena luka benda tajam yang mengenai kepala dan pipi korban harus membutuhkan penanganan lanjutan,” katanya.

Berdasarkan hasil CT Scan, luka bacokan di kepala korban diketahui menembus hingga ke tulang tengkorak.

Kondisi itu membuat korban harus mendapat penanganan dokter spesialis bedah saraf di Rumah Sakit AWS di Samarinda. 

“Korban harus ditangani ahli bedah saraf di rumah sakit yang memiliki fasilitas dan dokter spesialis, yang terdekat di AWS Samarinda. Berau belum punya layanan itu,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan alasan korban tidak langsung dirujuk pada malam kejadian.

Menurut Dani, tim medis terlebih dahulu harus memastikan kondisi korban cukup stabil untuk menempuh perjalanan rujukan.

“Pertimbangan medisnya karena pasien harus distabilkan terlebih dahulu dan mendapatkan transfusi darah agar kondisi layak rujuk, sehingga selama perjalanan pasien tetap stabil,” pungkasnya. (*)