BERAU TERKINI — Dewan Pengurus Cabang Pemuda Tani Indonesia (DPC PTI) Kabupaten Berau resmi melantik kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) untuk 10 kecamatan di wilayah Bumi Batiwakkal, Sabtu (9/5/2026).
Momentum ini juga diperkuat dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara PTI Berau dengan Polres Berau, Kodim 0902/BRU, PT Marina Bara Lestari, serta PT Hutan Sanggam Berau.
Langkah kolaboratif ini menjadi sinyal kuat sinergi lintas sektor dalam membangun ketahanan pangan daerah.
Adapun perwakilan PAC yang dilantik mencakup wilayah Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, Tabalar, Bidukbiduk, Pulau Derawan, Segah, Talisayan, Batu Putih, dan Kelay.

Ketua DPD PTI Kaltim, Akbar Patompo, menekankan pentingnya kehadiran Sekolah Tani Muda untuk menyiapkan generasi penerus yang berminat terjun ke dunia pertanian.
Menurutnya, kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkan anak muda sangat krusial mengingat mayoritas petani saat ini telah memasuki usia non-produktif.
“Itu yang kami harapkan. Karena menurut data, petani kita itu umur produktifnya di angka 40-50 tahun. Nah, kalau pemerintah tidak bersiap-siap hari ini, berbahaya ke depan,” jelas Akbar kepada Berauterkini.
Ia menambahkan, era pertanian masa depan didorong ke arah digitalisasi dan mekanisasi, di mana anak muda merupakan kelompok yang paling siap menghadapi kemajuan teknologi tersebut.
Akbar juga menyoroti masalah pendataan di BPS dan sistem Simultan yang selama ini cenderung hanya mengakui petani berkelompok, sehingga petani muda mandiri sering kali tidak terdata.
Hal ini menimbulkan persepsi minat anak muda di sektor tani sangat rendah. Padahal banyak dari mereka yang bergerak secara mandiri.
“Sehingga angka ini kan jelek, dianggap anak muda itu tidak mau bertani. Padahal notabenenya ada. Harapan saya, pemerintah daerah, OPD, yang terkait memberikan ruang kepada anak muda regenerasi kelompok tani yang terdaftar di Simultan,” tegasnya.
Dengan terbentuknya struktur PAC di 10 kecamatan yang masing-masing diisi sekitar 15-19 orang, PTI Berau kini telah menyumbangkan sekitar 200 petani muda yang tersebar di seluruh kabupaten.
Ketua DPC PTI Berau, Dwi Rizky Ananda, menjelaskan, Sekolah Tani merupakan bentuk kaderisasi wajib untuk mengenalkan dunia pertanian kepada generasi milenial.
Ia menilai regenerasi harus digenjot untuk menjawab tantangan usia petani yang semakin tua.
PTI Berau berkomitmen membina para pemuda ini melalui berbagai program usaha maupun terjun langsung ke lapangan, termasuk menjalin kemitraan dengan pihak swasta.
“Karena memang regenerasi pertanian ini salah satu hal yang memang harus kita genjot untuk menjawab tantangan terkait usia petani itu tadi,” ungkap Rizky.
Rizky berharap Sekolah Tani ini mampu mengubah paradigma anak muda bahwa pertanian tidak hanya terbatas pada aktivitas mencangkul di sawah atau agronomi semata.
Dunia pertanian memiliki cakupan luas, mulai dari budidaya hingga sektor agribisnis dan off-taker yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
“Perlu kita kenalkan pertanian itu bukan hanya soal agronomi, bukan hanya soal budidaya, tapi ada agribisnisnya, ada overtakernya juga, jadi masih banyak hal-hal yang bisa kita kerjakan di dunia pertanian selain bermain di agronomi,” tandasnya. (*)
