BERAU TERKINI – Pemerintah pusat menegaskan akan meningkatkan skala dalam penanganan karhutla.
Karhutla dan kabut asap di Indonesia belum berakhir. Beberapa daerah seperti di Sumatera dan Kalimantan tertutup kabut asap lebih dari sebulan lamanya.
Menurut Menko Polkam Dudung Abdurachman, Presiden Prabowo meminta penanganan karhutla lebih masif.
“Disampaikan juga perintah presiden agar lebih masif kembali, pengerahan petugas, baik TNI Polri Dinas Kehutanan maupun masyarakat, ini harus secara masif dan segera,” kata Dudung Abdurachman dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Dia menyebut, kini operasi udara untuk penggunaan teknologi dry ice dilakukan guna meningkatkan awan hujan.

Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga meminta aparat penegak hukum menindak korporasi yang terbukti menjadi penyebab karhutla.
“Tadi diperintahkan juga kepada Panglima TNI dry ice, yang sebelumnya menggunakan pesawat Cassa sekarang menggunakan pesawat Hercules, artinya ini sudah ada operasi udara untuk penanganan karhutla,” ujarnya.
“Kemudian ada beberapa korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan nanti disampaikan langsung oleh Kapolri,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyebut saat ini Bareskrim Mabes Polri tengah menangani 98 kasus terkait karhutla.
Dia menyebut penetapan tersangka akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Per hari dari Bareskrim Polri dari 98 LP naik sidik ada 98 kasus terkait korporasi, terkait dengan korporasi yang saat ini berjalan ada 98 kasus,” kata Suyudi Ario Seto.
“Penyidik masih mengumpulkan alat-alat bukti, dan dalam waktu dekat pastinya kita akan menetapkan para tersangka baik pemilik lahan maupun pemegang sahamnya,” jelasnya.
