BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus memperkuat strategi promosi sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso, mengatakan, pihaknya mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana interaktif untuk menampung berbagai masukan dari masyarakat.
Menurutnya, selama ini kolom komentar di media sosial Disbudpar sudah menjadi ruang terbuka bagi publik untuk memberikan saran.
Tidak hanya terkait event, tetapi juga seluruh program pariwisata di Bumi Batiwakkal.
“Kami melihat komentar-komentar di media sosial itu sangat penting. Di situ masyarakat bisa menyampaikan masukan, bukan hanya soal event tertentu, tapi semua hal terkait pariwisata. Ini jadi bahan evaluasi kami,” ujarnya kepada Berauterkini.
Selain melalui media sosial, Disbudpar juga membuka akses komunikasi langsung bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara lebih spesifik.
Bahkan, ke depan, pihaknya berencana menghadirkan kanal khusus agar penanganan masukan bisa lebih cepat dan terarah.
“Kami sedang menjajaki kemungkinan membuat kanal khusus untuk menampung aspirasi masyarakat. Harapannya, respon bisa lebih cepat dan lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Tak hanya itu, Yudha juga menyoroti potensi besar dari ide-ide kreatif masyarakat, salah satunya melalui lomba penulisan esai yang sebelumnya telah digelar.
Ia mengungkapkan, banyak gagasan menarik yang muncul dan dinilai layak untuk diimplementasikan.
“Waktu lomba esai kemarin saat di Dispusip masukannya luar biasa bagus. Tinggal bagaimana kita menerapkan ide-ide terbaik itu. Bahkan yang tidak juara pun banyak yang bisa kita adopsi,” jelasnya.
Ke depan, Disbudpar Berau berencana kembali menggelar lomba serupa dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata.
Melalui langkah ini, diharapkan semakin banyak ide inovatif dari masyarakat yang bisa mendukung kemajuan pariwisata daerah.
“Kami ingin masyarakat terlibat aktif, salah satunya lewat lomba esai tentang pariwisata. Nanti karya terbaik bisa kita apresiasi, bahkan kita pertimbangkan untuk diadopsi,” pungkasnya. (*)

