BERAU TERKINI – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mempersilahkan bagi massa aksi 21 April 2026 esok untuk melakukan demonstrasi kepada pemerintah.
Aksi yang dia sebut telah diatur secara konstitusi terkait dengan kebebasan berpendapat di muka umum.
Hanya saja, dia menyatakan agar massa tak melakukan tindakan anarkis yang berpotensi melanggar aturan hukum yang berlaku.
Diketahui, massa yang menamakan dirinya Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim akan melakukan demonstrasi di depan kantor Gubernur dan DPRD Kaltim besok.
“Tapi jangan sampai anarkis atau merusak fasilitas umum, yang rugi kita sendiri warga Kaltim,” pesan Rudy Mas’ud dalam laporan Prokal.

Gubernur juga mengingatkan bahwa stabilitas keamanan adalah aset berharga yang membuat Kalimantan Timur dipercaya menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia berharap reputasi Kaltim sebagai daerah yang kondusif tidak tercoreng oleh aksi-aksi yang dinilainya kurang substansial.
Rudy secara terbuka mengajak para koordinator aksi untuk duduk bersama dan mengedepankan “dialogtika” dalam menyampaikan aspirasi.
Menariknya, Rudy menepis anggapan bahwa dirinya sulit ditemui oleh rakyatnya sendiri.
Ia mengeklaim bahwa Kompleks Kantor Gubernur selalu terbuka 24 jam bagi siapa saja, mulai dari kalangan mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum yang ingin menyampaikan keluh kesah secara langsung.
“Saya lebih senang kalau kita mengutamakan dialog daripada sekadar aksi di lapangan,” tambahnya.
Dengan sikap terbuka ini, publik kini menanti apakah Aliansi Rakyat Kaltim akan menyambut tawaran dialog tersebut atau tetap memilih tumpah ke jalan pada 21 April mendatang guna menyuarakan tuntutan mereka.

