BERAU TERKINI – Persatuan Alumni (PA) GMNI Kaltim turut mengutarakan pandangannya atas rencana aksi 21 April 2026 mendatang di Samarinda.

Ketua DPD PA GMNI Kaltim Mis Heldy Zahri, mengutarakan pandangan korektif agar pemerintah tak reaksioner dengan aksi yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Pria yang akrab disapa Bung Heldy ini menyatakan bila aksi 21 April esok itu merupakan wujud dari rasa kecintaan warga Kaltim terhadap pemerintah.

Warga Kaltim hadir dalam upaya pemerintah untuk melakukan perbaikan atau evaluasi terhadap program yang dijalankan pemerintah.

“Artinya, ada proses perbaikan yang sedang berjalan. Ini baik untuk pemerintah, koreksi, kan biar lebih baik,” kata Heldy.

Ketua DPD PA GMNI Kaltim Mis Heldy Zahri (kiri). (facebook/Mis Heldi Zahry)
Ketua DPD PA GMNI Kaltim Mis Heldy Zahri (kiri). (facebook/Mis Heldi Zahry)

Menurutnya, justru banyaknya framing terkait aksi ini menjadi tembok yang menghalangi pemerintah untuk memahami apa yang menjadi tuntutan dari aksi itu secara utuh.

“Sayangnya, terlalu banyak komentar yang menghilangkan substansi aksi. Coba lihat tiga tuntutannya, tidak ada yang berbahaya, bahkan sangat baik untuk gubernur dan wagub sebagai pemimpin Kaltim,” lanjutnya.

Heldy menyayangkan jika momen belanja masalah pemprov Kaltim justru terhalangi karena suara-suara sumbang yang lebih dominan.

“Menyerangnya ada yang sembarangan, ada juga yang sibuk menghalangi Rudy-Seno mendengar koreksi dari warganya. Nah, itu malahan menciptakan maasalah baru bagi pemerintah,” terangnya.

Heldy percaya bahwa warga Kaltim yang akan mengikuti aksi tidak mungkin mencederai aksi yang mereka buat.

“Kalau bikin masalah, pasti ke ranah hukum,” jelasnya.

Tidak lupa, ia berpesan kepada kader-kader GMNI yang turun dalam aksi untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan Kaltim.

“Suarakan apa yang menjadi keresahan, jika di lapangan aksi ada potensi yang bisa mencoreng apa yang diperjuangkan, tidak perlu diikuti. Jangan mengikuti, apalagi berinisiatif,” pesannya.

Justru, menurutnya keberadaan mahasiswa dalam aksi tersebut diharapkan bisa mengambil peranan penting guna menjaga nyala perjuangan.

“Kami ingin mahasiswa yang terlibat, mengambil peranan penting dalam aksi tersebut, agar tidak terkontaminasi jika ada pihak-pihak yang berusaha mengambil keuntungan dengan agenda lain di luar skenario dari aksi,” terangnya.

Kata Bung Heldy, itu penting demi kepercayaan rakyat terhadap gerakan mahasiswa.

“jaga marwah mahasiswa dan pergerakan di Kalimantan Timur,” tandasnya.

Di akhir, Heldy berharap dari aksi itu nantinya benar-benar menjadi momentum bersama membangun Kaltim yang lebih baik.

“Sekali lagi kita percaya, kawan-kawan pasti niatnya baik, maka aksinya juga pasti baik. Jika sesuai yang diharapkan, maka habis gelap terbitlah terang, merdeka,” pungkasnya.

Adapun dalam aksinya nanti, Aliansi Perjuangan Kaltim membawa tiga tuntutan. Pertama, evaluasi kebijakan pemprov Kaltim, lalu penghentian praktik KKN, terakhir mendesak DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Ribuan orang diperkirakan akan akan turun dalam aksi yang berlokasi di dua titik itu, yakni di depan kantor DPRD Provinsi Kaltim dan kantor Gubernur Kaltim.