BERAU TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah mendiskusikan rencana penambahan spot wisata baru di kawasan Danau Labuan Cermin.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi objek wisata yang kerap dipadati pengunjung hingga menimbulkan kesan berdesakan pada waktu-waktu tertentu.

Inovasi berupa penambahan wahana dan area baru di lokasi yang sama diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurai lonjakan wisatawan.

Dengan adanya variasi spot, pengunjung dapat bergantian menikmati fasilitas yang tersedia tanpa harus menumpuk di satu titik saja.

Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir. (Adrikni/BT)
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir. (Adrikni/BT)

Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengungkapkan, sebenarnya di Labuan Cermin pernah tersedia fasilitas berupa plaza kuliner yang dibangun oleh DPUPR.

Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan tersebut kini sudah tidak layak digunakan dan mengalami kerusakan di berbagai sisi.

Saat ini, pihak Disbudpar tengah berkoordinasi intensif mengenai status aset tersebut, apakah akan dilakukan renovasi atau penghapusan aset secara total guna memberikan ruang bagi pembangunan fasilitas yang baru.

“Sementara ini kan kita masih berkoordinasi untuk apakah nanti penghapusan aset, ada yang plaza pengunjung, yang dulu dibangun PUPR,” ungkap Samsiah.

Samsiah menilai opsi penghapusan aset lama merupakan jalan keluar terbaik agar amenitas baru yang lebih representatif dapat segera dibangun demi kenyamanan wisatawan.

Kerusakan fasilitas lama tersebut dinilai sudah terlalu parah karena hancur di berbagai bagian.

“Karena yang sekarang juga itu kondisinya sudah tidak layak, sudah banyak yang hancur. Jadi lebih baik dihapuskan,” ujarnya.

Kerusakan ini merupakan dampak dari terbengkalainya lokasi selama kurang lebih empat tahun.

Faktor penyebabnya bermula dari dua tahun masa pandemi COVID-19, disusul dua tahun berikutnya akibat isu kemunculan buaya di Danau Labuan Cermin.

Kurangnya perawatan selama periode tersebut menyebabkan material kayu pada bangunan menjadi lapuk dan tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Disbudpar Berau berharap proses administrasi terkait aset ini dapat segera tuntas.

Ke depannya, diharapkan ada kejelasan apakah pembangunan fasilitas tambahan tersebut akan dieksekusi oleh DPUPR atau diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Pariwisata.

Fokus utama pemerintah adalah memastikan Labuan Cermin kembali memiliki fasilitas penunjang yang mumpuni untuk menjamin kenyamanan setiap orang yang datang berkunjung.

“Nah itu mudah-mudahan nanti bisa dihapuskan. Sehingga apakah nanti PU atau diserahkan kepada dinas pariwisata untuk penambahan amenitas untuk kenyamanan pengunjung,” pungkasnya. (*)