BERAU TERKINI – Menjelang rencana operasional rumah sakit baru Kabupaten Berau pada Mei mendatang, kebutuhan tenaga kesehatan mulai menjadi perhatian.
Salah satu opsi yang mencuat adalah penyediaan tenaga kesehatan dari RSUD dr Abdul Rivai, mulai dari perawat hingga dokter spesialis.
Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram, menyatakan pihaknya terbuka terhadap penyediaan tenaga kesehatan.
Namun, hingga kini, belum ada pembahasan teknis lanjutan dengan Dinas Kesehatan Berau sebagai pihak yang berwenang mengatur distribusi tenaga kesehatan.

“Ini bukan sekadar kemungkinan, mungkin saja seperti itu. Tapi kami belum mengetahui secara pasti berapa kebutuhan tenaga di rumah sakit baru,” ujar Jusram usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPRD Berau, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, secara prinsip, RSUD dr Abdul Rivai tidak keberatan jika diminta membantu operasional rumah sakit baru, termasuk melalui penugasan tenaga medis maupun dokter spesialis.
Meski begitu, setiap penempatan tetap akan melalui evaluasi internal agar tidak mengganggu layanan utama.
“Kalau ada dokter spesialis yang diminta diperbantukan, tentu akan kami lihat dan evaluasi,” tegasnya.
Jusram menjelaskan, secara regulasi, dokter spesialis memang dimungkinkan untuk praktik di lebih dari satu fasilitas kesehatan.
Bahkan, dalam kondisi tertentu bisa bertugas di hingga tiga rumah sakit sekaligus.
“Hal itu diperbolehkan, bahkan gaji mereka juga akan bertambah seiring bertugas di dua fasilitas kesehatan lain,” ujarnya.
Ia memastikan, jika skema suplai tenaga ini dijalankan, pelayanan di RSUD dr Abdul Rivai tetap aman.
Pasalnya, sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), rumah sakit memiliki fleksibilitas dalam merekrut SDM tambahan bila diperlukan.
“Kalau nanti ada kekurangan, kami bisa rekrut lagi melalui mekanisme BLUD. Tapi tentu tetap melalui evaluasi,” jelasnya.
Menariknya, Jusram mengungkapkan, saat ini, RSUD dr Abdul Rivai justru memiliki kelebihan tenaga kesehatan, khususnya perawat.
Kondisi ini terjadi sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam menampung putra-putri daerah yang telah menyelesaikan pendidikan di bidang kesehatan.
“Memang ada kelebihan SDM, kami akui itu. Ini bagian dari upaya kami memberi ruang bagi tenaga kesehatan lokal yang kembali ke Berau. Namun, tetap akan kami evaluasi sesuai kebutuhan,” terangnya.
Kendati demikian, ia berharap, tenaga kesehatan yang saat ini bertugas di wilayah terpencil, seperti Kelay, Segah, hingga kawasan pesisir tidak akan ditarik untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit baru.
“Mereka tetap bertugas di sana. Distribusi tenaga ini akan dirancang matang agar tidak mengganggu pelayanan kesehatan yang sudah berjalan normal,” pungkasnya. (*)

