BERAU TERKINI – Seorang ayah sambung atau tiri tega merenggut kehormatan sang anak yang masih berusia 5 tahun, di Samarinda, Kaltim.
Praktik keji pelaku disebut telah berlangsung selama satu tahun belakangan ini.
Kasus ini langsung mendapatkan pengawalan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak dan Perempuan (TRC-PPA) Kaltim.
Dalam laporan Kaltim Etam, kasus tersebut terungkap setelah TRC-PPA mendapatkan laporan dari Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) kelurahan setempat.
Pasca mendapatkan laporan itu, TRC PPA Kaltim langsung menjenguk korban dikediamannya.
Proses penilaian kondisi korban berjalan tak kondusif.
Sebab kabar tersebut menyebar dengan begitu cepat di lingkungan tempat tinggal korban.
Karena informasi ini terungkap pertama kali saat korban menceritakan pengalamannya kepada teman bermainnya.
“Dari anak-anak teman korban, cerita ke orangtuanya masing-masing, kasus ini cepat menyebar,” ujar Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun.

Khawatir terhadap kondisi korban dan pelaku yang berpotensi menghilangkan barang bukti dan melarikan diri, kasus ini pun dilaporkan ke polisi.
Jumat kemarin, korban didampingi orang tua dan TRC PPA Kaltim memberikan keterangan langsung kepada pihak kepolisian.
Setelahnya, demi menguatkan laporan tersebut, korban dibawa ke RSUD dr Abdul Wahab Syahranie untuk menjalani proses visum.
“Anak ini menyampaikan ada tiga kejadian yang dia ingat, tapi kemungkinan lebih dari itu,” beber Rina.
Lebih lanjut, Rina mengungkapkan bahwa korban tidak berani berteriak atau melawan karena mendapatkan ancaman dari pelaku.
Korban juga diduga diberikan uang dalam jumlah kecil agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya.
“Ada ancaman agar tidak bercerita kepada ibunya, bahkan ada intimidasi seperti akan dipukul. Selain itu, korban juga diberi uang sekitar Rp5.000 agar tetap diam,” tuturnya.
Namun, karena keterbatasan pemahaman, korban justru menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain di luar ibunya, seperti teman bermain, kakak, dan neneknya.
“Di pikirannya, dia hanya dilarang bercerita kepada ibunya. Jadi dia bercerita ke teman-temannya, kakaknya, bahkan ke neneknya,” tambahnya
.
Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian dan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Aparat berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban.

