BERAU TERKINI – Sebanyak 183 pemanah berpartisipasi di festival panahan Berau Open bertajuk Traditional Archery Competition 2026 di Lapangan Batiwakkal, Tanjung Redeb, Sabtu (25/4/2026) pagi.
Ajang ini juga dihadiri atlet panahan tingkat nasional hingga internasional, menjadikannya salah satu event olahraga tradisional paling bergengsi di Bumi Batiwakkal.
Ketua Perpani Berau, Abdul Waris, menilai kegiatan ini bukan sekadar kompetisi olahraga.
Tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Menurutnya, panahan tradisional sarat dengan nilai kearifan lokal yang perlu dijaga di tengah arus modernisasi.
Ia menyebut olahraga ini mengandung filosofi disiplin, ketepatan, dan keseimbangan batin, nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Ini bukan hanya lomba, tapi investasi sosial jangka panjang untuk membangun karakter dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Selain aspek budaya, festival ini juga dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya tarik wisata di Berau.
Waris mendorong pemerintah daerah agar mampu mengemas event tersebut secara lebih inovatif, termasuk mengintegrasikannya dengan promosi destinasi unggulan, digitalisasi promosi, hingga kolaborasi lintas sektor.
“Jika dikelola dengan baik, dampak ekonominya bisa dirasakan luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Berau, Amiruddin, memastikan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk melalui alokasi anggaran.
“Kegiatan ini merupakan kerja sama pemerintah daerah dengan FESPATI,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain dukungan anggaran dari pemerintah, pihak penyelenggara juga aktif menghimpun dana dari sponsor dan pihak eksternal guna mendukung kelancaran acara.
Amiruddin menegaskan, pemerintah hanya berperan sebagai inisiator, sementara pelaksanaan teknis sepenuhnya dikelola oleh FESPATI.
Pola ini menjadi langkah positif dalam mendorong kemandirian dan profesionalisme organisasi olahraga.
“Ke depan, mereka harus mampu mengelola kegiatan secara mandiri,” tegasnya.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, festival ini juga menjadi wadah silaturahmi sekaligus pencarian bibit atlet potensial.
Para juara diharapkan dapat mewakili Berau dalam kejuaraan yang lebih tinggi di tingkat regional maupun nasional. (*)

