BERAU TERKINI – Seorang ibu Siti Nuripah (51) dan putrinya menjadi korban meninggal dunia atas kecelakaan maut di Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road II), Lok Bahu, Samarinda Kaltim.
Kecelakaan itu bermula dari niat korban ingin menyalip truk kontainer yang melaju di dari arah Lok Bahu menuju Air Putih.
Meski sempat melambung kendaraan, rupanya terdapat kendaraan yang terparkir di bahu jalan persimpangan.
Walhasil ketika berhasil menyalip, korban melakukan rem mendadak.
Membuat sopir kontainer kesulitan mengendalikan kendaraan dan peristiwa kecelakaan maut itu pun terjadi.

Berdasarkan keterangan sopir kontainer Asdin Putra, mengaku telah memberikan klakson panjang saat korban hendak menyalip.
Sebab dia sudah memperkirakan potensi kecelakaan ketika motor korban memaksa untuk menyalip.
“Saya sudah klakson dari jauh. Dia di depan, habis nyalip, tapi tiba-tiba ngerem,” kata Asdin dari laporan Ayo Kaltim.
Menurut Asdin, kondisi jalan saat itu tidak ideal karena terdapat kendaraan parkir di dekat simpang, sehingga ruang gerak terbatas.
Tak sempat mengerem, kedua korban pun terperosok masuk ke bawah truk yang melaju kencang di tanjakan.
“Tidak bisa menghindar, akhirnya kena bagian depan truk saya dan motor langsung masuk ke bawah,” ujar Asdin.
Benturan keras itu membuat kedua korban terperosok dan terseret di kolong truk, hingga meninggal dunia di tempat.
Perwira Pengawas Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, membenarkan peristiwa itu.
Korban merupakan seorang Kepala PAUD Bunga Tanjung Samarinda.
Sementara sang anak bekerja sebagai fisioterapis di PKBI Samarinda.
“Ada kecelakaan antara sepeda motor dan truk kontainer dengan dua korban meninggal dunia,” kata dia.
Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie.
Sementara itu, polisi melakukan olah TKP dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat.
Kasus ini sedang ditangani Unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kabar terakhir menginformasikan kedua jenazah telah dimakamkan berdampingan di TPU Lempake.
