BERAU TERKINI – Proyektil aktif sisa perang dunia kedua yang diperkirakan berusia ratusan tahun ditemukan oleh penggali kubur di Muslimin KM 8, Balikapapan, Kaltim.

Temuan itu lantas membuat proses penggalian terhenti sementara waktu, menyusul situasi yang berpotensi bahaya bila tak ditangani hati-hati.

Tak ingin mengambil risiko, penggali kubur tersebut melaporkan temuan itu ke Polda Kaltim.

Setelahnya, tim penjinak bom alias Jibom Subden Gegana Sat Brimob Polda Kaltim langsung melakukan penanganan di tempat kejadian.

Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai menerangkan temuan tersebut terungkap setelah penggali kubur sedang memacul liang lahat sedalam satu meter.

Dari hasil identifikasi di lokasi, proyektil tersebut memiliki panjang kurang lebih 15 cm dengan diameter 5 cm serta berat sekitar 500 gram, dan masih dilengkapi dengan pemicu aktif yang berpotensi membahayakan.

“Penggali kubur ini sangat kooperatif, dengan mengambil langkah hati-hati saat menemukan benda berbahaya itu,” kata Andy dalam rilis Polda Kaltim.

Evakuasi proyektil sisa perang dunia ke II di TPU Km 8 Balikappan. (tribratanews)
Evakuasi proyektil sisa perang dunia ke II di TPU Km 8 Balikappan. (tribratanews)

Dalam proses pengamanan, tim menggunakan perlengkapan khusus seperti bom blanket guna meminimalisir risiko ledakan saat pemindahan.

Selanjutnya, benda tersebut dibawa menggunakan kendaraan taktis menuju tempat penyimpanan sementara yang aman di Mako Sat Brimob Polda Kaltim.

Andy mengapresiasi langkah cepat masyarakat yang segera melaporkan temuan tersebut tanpa melakukan tindakan berisiko.

“ Hal ini sangat membantu kami dalam menjaga keamanan dan keselamatan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Ops Satbrimob Polda Kaltim, AKP Nugroho Widihyanto, menegaskan bahwa seluruh rangkaian evakuasi telah dilaksanakan sesuai prosedur standar yang berlaku guna menghindari potensi bahaya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polresta Balikpapan, agar segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga berbahaya.

“Kami berharap peran aktif warga dalam memberikan informasi dapat terus terjalin demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.