BERAU TERKINI — Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Berau mengungkapkan realisasi lelang proyek fisik hingga akhir April 2026 baru dua paket yang selesai tender.
Sementara itu, tiga paket fisik lainnya saat ini masih dalam tahap proses lelang di sistem elektronik.
Dua kegiatan yang sudah berjalan kontrak adalah pembangunan dinding penahan tanah di RSUD Tanjung Redeb.
Selain itu, proyek penanganan jalan di Kecamatan Talisayan juga telah mulai dikerjakan oleh pihak pemenang tender.
Kedua proyek strategis ini masing-masing telah menyelesaikan proses pemilihannya sejak Februari dan April lalu.
“Judul pekerjaannya yaitu dinding penahan tanah lokasi bangunan RSU Tanjung Redeb dan perbaikan jalan di Talisayan,” ungkap Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa LPSE Berau, Jimmy Arwi, kepada Berauterkini, Selasa (28/4/2026).
Adapun tiga paket yang sedang berproses meliputi lanjutan pembangunan kantor Pengadilan Negeri Tanjung Redeb serta rehabilitasi total kantor BKPSDM Berau.
Selain itu, terdapat pula proyek peningkatan dan perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Merancang.
Ketiga proyek tersebut rata-rata memulai tahapan tendernya pada minggu ketiga April 2026.
Khusus untuk SPAM Merancang, penetapan pemenang lelang diperkirakan akan diumumkan pada 11 Mei 2026.
Jimmy sekaligus meluruskan informasi mengenai keterlambatan lelang fisik air bersih di luar wilayah Merancang tersebut.
Menurutnya, paket pekerjaan air bersih lainnya saat ini masih dalam tahap perbaikan dokumen perencanaan.
“Kalau dilihat dari data yang masuk ke UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa) baru SPAM Merancang,” jelasnya.
Jimmy menjelaskan, proses lelang gedung Pengadilan Negeri Tanjung Redeb dan proyek lainnya masih berjalan sesuai jadwal yang ada.
Keterlambatan lelang fisik biasanya terjadi karena pekerjaan fisik diajukan bersamaan dengan dokumen perencanaannya ke sistem.
Akibatnya, tahapan rancangan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum proses tender fisik dapat dimulai secara resmi.
Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP), total ada 140 paket tender yang akan diproses sepanjang 2026.
Hingga akhir April, tercatat ada 24 paket yang sedang berproses pemilihan di Unit Kerja Pengadaan.
Jumlah tersebut terdiri dari tiga paket konstruksi bangunan serta 21 paket untuk jasa konsultansi perangkat daerah.
Pihak pengadaan terus berkoordinasi dengan seluruh perangkat daerah untuk melakukan percepatan proses seleksi di UKPBJ.
Percepatan ini penting agar pelaksanaan pembangunan di lapangan bisa segera dinikmati oleh masyarakat luas di Kabupaten Berau.
Mengenai isu efisiensi anggaran, ia menegaskan, setiap proyek yang masuk sudah memiliki dasar dokumen yang kuat.
Setiap paket yang telah masuk ke sistem SPSE berarti sudah tercatat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
Hal ini menunjukkan, anggaran proyek tersebut sudah tersedia secara pasti dan bukan lagi sekadar rencana.
Oleh karena itu, pengajuan tender tetap bisa dilanjutkan selama dokumen anggarannya sudah disahkan oleh pemerintah daerah.
“Kalau sudah jadi DPA, anggarannya ada, ya dapat diajukan untuk proses pengadaan,” pungkas Jimmy. (*)

