BERAU TERKINI – KAI mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur saat kereta api jarak jauh yakni Argo Bromo Anggrek menabrak KRL.
Dilansir siaran langsung Metro TV, VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf atas insiden kecelakaan yang menimbulkan korban.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf karena insiden kecelakaan itu menyebabkan layanan kereta api di sekitar Jakarta terhenti.
Anne Purba menjelaskan, sebanyak 38 orang telah berhasil dievakuasi dari gerbong khusus wanita yang ringsek ditabrak Argo Bromo Anggrek.
“38 orang penumpang KRL kami evakuasi ke rumah sakit terdekat yang ada di sekitar Stasiun Bekasi, semua operasional kereta api di Jakarta saat ini disetop,” ujar Anne Purba dikutip dari siaran langsung Metro TV.
“Saat ini kami fokus melakukan evakuasi,” tambahnya.
Pihaknya menyampaikan, hingga saat ini teridentifikasi 4 korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.
“Ada 4 teridentifikasi meninggal dunia,” jelasnya.
Lebih jauh, Anne Purba mengatakan seluruh penumpang kereta api Argo Bromo Anggrek selamat.
“240 orang penumpang Anggrek semuanya selamat, kami sudah antarkan kembali ke Gambir,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah kecelakaan terjadi saat Kereta Api jarak jauh yakni Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Insiden itu terjadi pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 21:55 WITA.
Dihimpun Berauterkini.co.id, kecelakaan itu diawali oleh insiden sebuah taksi yang tertemper KRL.
Akibatnya lalu lintas kereta api dihentikan sementara, termasuk KRL yang berada di Stasiun Bekasi Timur.
Namun sebuah kereta api jarak jauh yakni Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya belum mendapatkan sinyal berhenti.
Sehingga kereta api Argo Bromo Anggrek itu menabrak KRL yang tengah berhenti.
Terlihat gerbong bagian belakang yang merupakan gerbong khusus wanita ringsek usai ditabrak lokomotif Argo Bromo Anggrek.
Sejumlah penumpang menjadi korban luka akibat kecelakaan itu. Hingga saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan.

