BERAU TERKINI – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran terus digencarkan PT Pamapersada Nusantara distrik BRCG.
Kali ini, perusahaan bersinergi dengan Pemerintah Kampung Gurimbang serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau menggelar pelatihan dan sosialisasi tanggap bencana kebakaran, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Gurimbang ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai perangkat kampung, tokoh pemuda, hingga relawan.
Pada kegiatan itu, seluruh peserta diberikan pemahaman terkait manajemen risiko kebakaran, termasuk teknik pemadaman dini sebelum petugas tiba di lokasi kejadian.

Kepala Kampung Gurimbang, Juliansyah, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut.
Menurutnya, pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas warga dalam menghadapi situasi darurat.
“Dengan adanya pelatihan ini, warga tidak hanya mengetahui bahaya kebakaran, tetapi juga memahami langkah cepat dan tepat saat terjadi insiden. Harapannya, Gurimbang menjadi kampung yang tangguh dan mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Berau, Wijo, mengatakan, pencegahan menjadi kunci utama dalam penanggulangan kebakaran.
Ia menyebut antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi.
Di sana, pihaknya memberikan pemahaman tentang cara menggunakan sejumlah alat pemadam sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan.
“Seperti penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan teknik pemadaman sederhana. Edukasi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kerugian maupun korban jiwa,” jelasnya.
Perwakilan PT Pamapersada Nusantara BRCG, Septian Agung, menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Melalui program pengembangan masyarakat, kami ingin membangun sinergi yang harmonis dengan lingkungan sekitar,” jelasnya.
“Harapannya, kesiapan mental dan teknis warga semakin kuat sehingga tercipta lingkungan yang aman dan kondusif,” tuturnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi langsung penanganan kebakaran.
Praktik lapangan ini bertujuan agar warga tidak panik dan mampu bertindak cepat saat menghadapi kondisi darurat. (*/Adv)

