BERAU TERKINI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau memberikan catatan usai kebakaran yang menghanguskan kantor PT Tumbu Surya di Jalan HARM Ayoeb, Sabtu (18/4/2026) dini hari.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, menyoroti lemahnya kemampuan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lokasi.

Padahal, saat api pertama kali muncul dari plafon, terdapat penjaga malam yang berada di lokasi kejadian.

Rakhmadi menyayangkan banyaknya APAR yang tersedia namun tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk pemadaman awal.

Hal ini menyebabkan api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh elemen bangunan kantor tersebut.

“Penting untuk setiap orang mengetahui cara menggunakan APAR, terutama di perkantoran atau bengkel,” jelas Rakhmadi saat dikonfirmasi Berauterkini.

Dugaan sementara menunjukkan, petugas di lapangan tidak memahami teknis pengoperasian APAR saat api masih kecil. 

Rakhmadi menekankan, pengetahuan dasar ini sangat krusial untuk meminimalkan risiko kerusakan besar. 

Ia meminta setiap instansi maupun pemilik bengkel untuk rutin memberikan pelatihan pemadaman api kepada karyawannya.

Tanpa keterampilan penggunaan alat, keberadaan fasilitas pemadam di sebuah bangunan hanya akan menjadi pajangan semata.

Kesiapan mental dan teknis penjaga malam sangat menentukan keberhasilan pencegahan kebakaran sebelum petugas damkar tiba.

Insiden ini sempat memicu kepanikan karena terdapat sebuah truk solar yang terparkir sangat dekat dengan bangunan.

Kesiapsiagaan petugas yang tiba di lokasi berhasil mencegah lidah api menjalar ke arah tangki kendaraan tersebut. 

Jika terlambat sedikit saja, ledakan besar dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan warga di sekitar pemukiman.

“Alhamdulillah cepat teratasi, walaupun di sana ada potensi truk solar tapi tidak sampai menjalar,” ungkap Rakhmadi.

Sebelumnya, Mako Induk menerima laporan kebakaran pada pukul 04.05 WITA dan segera mengerahkan armada ke lokasi.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam waktu setengah jam setelah petugas tiba di titik kejadian. 

Lokasi posko yang dekat serta kecepatan informasi dari masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pemadaman ini.

Meski kerugian material belum dapat dipastikan, peristiwa ini dikonfirmasi tidak memakan korban jiwa. 

Penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti korsleting listrik kini telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Kecepatan kami memadamkan tergantung dari info yang diterima. Semakin cepat melapor, semakin cepat kami bertindak,” pungkasnya. (*)