BERAU TERKINI — Protes mengenai besarnya biaya perpisahan sekolah di Kabupaten Berau menjadi sorotan hangat di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Berau resmi mengeluarkan surat edaran bernomor 800/0925/Bid.SMP pada 7 April 2026. 

Edaran ini merujuk pada aturan Kementerian Pendidikan terkait pelaksanaan wisuda dan pelepasan siswa di satuan pendidikan.

Inti dari surat tersebut menegaskan bahwa kegiatan perpisahan sekolah tidak bersifat wajib bagi siswa. 

Pihak sekolah diminta tidak membebani orang tua dan mengimbau penyederhanaan konsep acara dengan fasilitas yang ada. 

Biasanya, biaya membengkak karena adanya biaya sewa gedung atau hotel untuk lokasi acara tersebut.

Kebijakan ini langsung direspon positif oleh beberapa satuan pendidikan, salah satunya SMPN 2 Tanjung Redeb. 

Susan, salah satu wali murid, menjelaskan, sekolah tersebut sebenarnya sudah meniadakan acara besar sebelum edaran terbit.

Namun, pihak sekolah tidak melarang jika masing-masing kelas ingin merayakan perpisahan secara mandiri yang bersifat sederhana.

Keputusannya, para siswa kelas 9 akan mengadakan perpisahan cukup di dalam ruang kelas masing-masing. 

Agendanya hanya berupa makan bersama dan sesi foto untuk kenang-kenangan terakhir di masa sekolah. 

Biaya yang dikeluarkan pun sangat terjangkau karena tidak ada kewajiban menyewa seragam atau gedung mewah.

“Biayanya cuman Rp100 ribu per anak untuk snack sama dekor saja, baju cuma pakai batik,” ungkap Susan kepada Berauterkini.

Rencananya, pelaksanaan perpisahan mandiri di SMPN 2 Tanjung Redeb ini akan digelar pada 8 Mei mendatang. 

Susan mengaku, kesepakatan peniadaan acara megah ini sudah dimulai sejak awal kenaikan ke kelas 9. 

Meski sederhana, acara kecil-kecilan ini dianggap sudah cukup untuk membuat anak-anak senang dan memiliki kenangan manis.

Siswa dan orang tua bekerja sama melakukan dekorasi ruang kelas secara swadaya untuk menekan pengeluaran. 

Dana Rp100 ribu tersebut mencakup kebutuhan konsumsi bagi anak beserta satu orang tua pendamping serta dekorasi. 

Namun, Susan menambahkan, biaya ini bisa berbeda tiap kelas tergantung kesepakatan para wali murid.

“Masa enggak ada foto-foto kan, akhirnya bikin hiasan sendiri, dekorasi sendiri, pokoknya konsumsi orang tua sama anak sekitar Rp50 ribu terus nyewa dekor Rp50 ribu, jadi Rp100 ribu,” jelasnya.

Kondisi berbeda terjadi di salah satu sekolah di Kelurahan Sungai Bedungun yang tetap merencanakan acara perpisahan. 

Namun, setelah edaran Disdik keluar, konsep acara mulai dirombak agar lebih sederhana dari rencana awal. 

Biaya yang semula dipatok sekitar Rp500 ribu per siswa kini telah dipangkas menjadi Rp300 ribu saja.

Lokasi acara yang awalnya direncanakan di hotel kini dipindahkan ke sebuah aula untuk menghemat biaya sewa. 

Meskipun anggaran sudah turun, pihak sekolah kabarnya tetap akan melakukan rapat ulang untuk memfinalisasi keputusan tersebut. 

“Belum positif masih mau dirapatkan lagi,” ujar salah satu wali murid sekolah tersebut.

Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh wali murid setuju dan tidak merasa keberatan dengan biaya baru.

“Ini sudah berdasarkan persetujuan,” katanya. (*)