BERAU TERKINI – Rapuh sisi pertahanan Atletico Madrid menjadi catatan penting pasca kekalahan vs Real Sociedad di Copa del Rey pada akhir pekan lalu.

Ketidaksiapan atas serangan secara tiba-tiba yang tak mampu diantisipasi bek sayap Atletico Madrid, menjadi titik lemah dari gol cepat Real Sociedad.

Posisi itu ditempati Matteo Ruggeri yang tak bisa mengantisipasi serangan dari sisi kanan gawang Juan Musso.

Sisi pertahanan Atletico Madrid sudah menjadi perhatian serius sang pelatih Diego Simeone sejak awal musim.

“Karena kami lebih banyak menyerang pada musim ini, permainan terbuka lebih menonjol,” kata Diego Simeone dalam laporan Mundo Deportivo.

Skuad Atletico Madrid, saat berlaga melawan Barcelona. (atleticodemadrid.com)
Skuad Atletico Madrid, saat berlaga melawan Barcelona. (atleticodemadrid.com)

Dengan raihan 105 gol pada musim ini, tentu kekuatan lini serang Atletico Madrid tak diragukan.

Di lain sisi, pertahanan Atletico Madrid digerogoti oleh permainan cepat lawan.

Mengakibatkan Atletico Madrid kerap kehilangan momentum dalam waktu kebangkitan klub jelang menit akhir.

“Klub dengan serangan yang baik, akan lemah dari sisi pertahanan,” ucap Diego Simione.

Kondisi ini menambah kekhawatiran klub kala harus menjamu Arsenal di semifinal Champions League.

Sebab Arsenal selalu tampil baik saat bertahan.

Seperti William Saliba dan Gabriel Magalhaes yang berdiri kokoh melindungi gawang yang dijaga David Raya.

Dalam situasi ini, Diego Simione masih memiliki waktu untuk mengevaluasi permainan anak asuhnya.

“Lini serang kami sangat tajam, semua tampil kompetitif,” kata dia.

Final Copa del Rey menyisakan pilu untuk Atletico Madrid, karena kekalahan yang diterima dalam drama adu penalti.

Setelah laga berlangsung imbang 2-2 dalam 90 menit, Real Sociedad menang 3-5 dalam drama adu penalti.