BERAU TERKINI – Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram, menanggapi pernyataan Anggota Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, terkait rencana pemanggilan manajemen rumah sakit ke gedung dewan.
Sebelumnya, waris mengatakan akan memanggil manajemen RSUD dr Abdul Rivai terkait sejumlah isu.
Di antaranya soal hutang puluhan miliar, hingga siapa yang bertanggung jawab atas dugaan carut marutnya pengelolaan rumah sakit plat merah itu.
Jusram mengatakan, pihaknya sangat terbuka untuk hadir jika memang kembali diundang.
Sebab, momen itu menjadi kesempatan yang tepat untuk menjelaskan kondisi sebenarnya internal rumah sakit.

“Kami pasti hadir, tidak masalah jika memang diundang lagi ke DPRD. Karena saya dengar memang ada rencana itu,” katanya, Selasa (21/4/2026).
Jusram menegaskan, sebagai pimpinan, dirinya bertanggung jawab penuh atas seluruh kondisi yang terjadi di RSUD dr Abdul Rivai.
“Jika ditanya siapa yang bertanggung jawab, pasti pimpinan yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Dia mengakui tidak mengetahui ada rapat dengan pendapat (RDP) atau rapat kerja antara manajemen RSUD dan Komisi DPRD Berau pada 7 April 2026.
Yang dia tahu saat itu hanya rapat paripurna yang memang digelar beberapa jam sebelum rapat kerja dilakukan.
Sehingga staf rumah sakit diutus untuk hadir, sementara dirinya terlanjur melakukan dinas ke luar daerah.
Dia menduga, penjelasan yang didapatkan saat rapat kerja tersebut belum utuh.
Sehingga informasi yang diterima tentang sejumlah isu, seperti utang rumah sakit, kekosongan obat, dan gaji tenaga kesehatan menjadi bola panas di ruang publik.
“Jika saat itu mereka mendapatkan informasi utuh bahwa kami sudah menyelesaikan itu semua di awal tahun, saya rasa kondisi ini tidak ramai seperti sekarang,” paparnya.
“Apalagi sampai muncul isu nakes RSUD tidak dibayar, itu sama sekali tidak benar. Semua dibayar dan tidak pernah ditunggak,” sambungnya.
Terlepas dari itu, pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan masukan yang disampaikan anggota DPRD Berau.
Menurutnya, hal itu bagian dari evaluasi dalam meningkatkan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.
“Kami sangat terbuka untuk,” tutupnya. (*)

