BERAU TERKINI — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa jaringan listrik rumah.
Langkah ini sangat penting guna mencegah terjadinya hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Tercatat ada empat kejadian kebakaran di Berau dalam sepekan terakhir dengan dugaan penyebab yang sama.
Rentetan peristiwa dimulai pada Sabtu pekan lalu di Jalan HARM Ayoeb, Kelurahan Rinding.

Kebakaran kembali melanda kawasan Jalan Dermaga pada Selasa, kemudian berlanjut ke Jalan Manunggal pada Kamis.
Kebakaran keempat terjadi di Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (25/4/2026), yang menyebabkan beberapa bangunan hangus dilahap Si Jago Merah.
Mayoritas musibah tersebut diduga kuat dipicu oleh permasalahan pada instalasi listrik bangunan.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, meminta warga tidak menggunakan terminal listrik dengan beban berlebih.
Masyarakat juga disarankan melakukan pemeriksaan jaringan listrik secara berkala setiap lima tahun sekali.
Penggunaan kabel standar nasional juga sangat krusial untuk menjamin keamanan instalasi di dalam rumah.
“Jika memungkinkan periksa jaringan listrik di rumah secara rutin 5 tahun sekali,” ujar Rakhmadi kepada Berauterkini, Sabtu (25/4/2026).
Warga diingatkan untuk tidak meninggalkan rumah saat alat elektronik masih dalam keadaan menyala.
Pastikan ponsel tidak sedang mengisi daya baterai ketika rumah sedang kosong atau ditinggal pergi.
Segera matikan aliran listrik jika tercium bau gosong atau terlihat percikan api pada kabel.
Rakhmadi juga menyarankan agar setiap rumah memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara mandiri.
Keberadaan alat ini sangat membantu sebagai upaya pencegahan awal saat api pertama kali muncul.
Tindakan cepat di menit-menit pertama dapat mencegah kerusakan bangunan yang jauh lebih besar.
“Selalu siap dengan APAR di rumah masing-masing,” ungkapnya.
Hal terpenting adalah segera menghubungi petugas pemadam melalui nomor (0554) 21113 jika melihat api.
Warga diminta tidak menunggu api membesar baru melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Respons cepat dari masyarakat akan sangat membantu tugas pemadaman di lapangan.
“Jangan nunggu api besar, 5 menit pertama itu krusial,” tutup Rakhmadi. (*)

