BERAU TERKINI — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau terus menggencarkan promosi berbagai destinasi wisata unggulan di daerah.

Meskipun kunjungan wisatawan selalu luar biasa setiap tahun, promosi besar-besaran tetap dijalankan untuk meningkatkan angka kedatangan.

Upaya promosi ini dilakukan sejalan dengan program kerja Disbudpar yang telah tertuang dalam APBD daerah.

Kepala Bidang Bina Pemasaran dan Kerja Sama Disbudpar Berau, Endah Puspita Sari, menegaskan semua destinasi dipromosikan secara adil.

Kepala Bidang Bina Pemasaran dan Kerja Sama Disbudpar Berau, Endah Puspita Sari.
Kepala Bidang Bina Pemasaran dan Kerja Sama Disbudpar Berau, Endah Puspita Sari.

Namun, prioritas utama diberikan kepada objek wisata yang sudah dikelola dengan baik dan siap menerima kunjungan wisatawan.

Hal ini dilakukan agar para pelancong mendapatkan pengalaman terbaik saat berkunjung ke Bumi Batiwakkal.

“Semuanya kita promosikan. Yang jelas kalau kita jual itu, yang kita utamakan adalah yang sudah dikelola,” ungkap Endah, Selasa (21/4/2026).

Promosi yang menggunakan anggaran daerah dilakukan melalui berbagai kanal, seperti media cetak, brosur, hingga situs web daring.

Selain itu, Disbudpar juga memanfaatkan media elektronik seperti videotron yang tersebar di beberapa titik strategis perkotaan.

Sarana ini dapat ditemui di perempatan Jalan Jenderal Sudirman serta kawasan dekat Taman Cendana.

Selain menggunakan APBD, promosi paling ringan namun efektif yang rutin dilakukan adalah melalui media sosial resmi dinas.

Langkah ini dianggap sangat strategis karena mampu menjangkau calon wisatawan secara luas tanpa terbatas ruang dan waktu.

Dalam waktu dekat, Disbudpar Berau akan berpartisipasi dalam pameran bergengsi Deep and Extreme Indonesia (DXI) di Jakarta.

Ajang ini merupakan pameran industri bawah laut terbesar di Asia Tenggara dengan segmen pasar internasional yang sangat luas.

Kehadiran Berau di sana bertujuan untuk memperkenalkan keunggulan wisata bawah laut serta wisata petualang kepada dunia.

“Kesempatan kita saling mempromosikan wisata kita,” jelas Endah.

Event tahunan ini menjadi skala prioritas karena temanya sangat sesuai dengan potensi alam yang dimiliki Kabupaten Berau.

Tema tersebut mencakup keindahan bawah laut (deep) hingga wisata petualang seperti yang ada di Kampung Merabu (extreme).

Industri pariwisata dari berbagai wilayah seperti Maluku hingga Raja Ampat juga dijadwalkan hadir dalam ajang tersebut.

Inovasi promosi lainnya juga dilakukan dengan pembuatan cinderamata menarik seperti baju kaos bergambar ikon wisata hiu paus.

Cinderamata tersebut turut mencantumkan informasi media sosial Disbudpar agar memudahkan wisatawan mencari referensi destinasi lainnya.

Penggunaan identitas visual yang konsisten menjadi hal wajib dalam setiap materi promosi yang diproduksi oleh dinas.

Ikon “Lovely Berau” dipastikan selalu muncul sebagai identitas utama dalam setiap materi video maupun media cetak.

Branding ini merupakan garda terdepan untuk membangun citra pariwisata Berau yang ramah dan mempesona bagi siapa pun.

“Branding Lovely Berau itu selalu menjadi terdepan, setiap promosi itu harus ada, wajib harus ada branding,” tegas Endah. (*)