BERAU TERKINI – Aksi massa 21 April 2026 dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim berakhir dengan kericuhan, setelah massa menolak untuk dibubarkan polisi.
Peringatan telah diberikan oleh pihak kepolisian sebelum pukul 18.00 Wita.
Sebagian massa aksi sudah meninggalkan lokasi aksi, di Kantor Gubernur Kaltim.
Namun sisanya memilih untuk bertahan.
Situasi ini yang memaksa polisi untuk keluar dari pagar kantor DPRD Kaltim.

Nampak Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud keluar dari gedung kantornya.
Namun menolak untuk diwawancara cegat oleh awak media yang memburunya.
Rudy Mas’ud dan wakilnya Seno Aji dikabarkan berada di dalam kantor Gubernur saat aksi berlangsung.
Namun enggan bertemu dengan massa yang sejak siang hari menunggunya di depan kantor tersebut.
Tak diketahui motif dari sikap tersebut, namun yang jelas massa tak mendapatkan jawaban konkret atas tuntutan yang diberikan oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim.
Terpantau saat ini massa perlahan sudah membubarkan diri.
Sejak pukul 21.00 Wita malam ini, massa sudah tak tampak lagi berkumpul di kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada.
Setidaknya ada tiga tuntuta massa yang belum diberikan jawaban oleh gubernur Kaltim;
Satu, mendesak evaluasi seluruh kebijakan anggarran Pemprov Kaltim. Kedua, menghentikan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan ketiga mendorong dewan untuk menjalankan hak angket.

