BERAU TERKINI — Sebanyak 215 jemaah haji asal Kabupaten Berau dijadwalkan akan segera diberangkatkan mulai akhir bulan ini.

Seluruh jemaah tersebut terbagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter) dengan jadwal keberangkatan yang berbeda-beda.

Nantinya, para tamu Allah ini akan menuju Balikpapan terlebih dahulu sebelum langsung terbang ke Arab Saudi.

Plt Kepala Kementerian Haji Berau, Hindun Nahdiani, menjelaskan, kloter pertama asal Berau akan mulai berangkat pada 29 April mendatang.

Plt Kepala Kementerian Haji Berau, Hindun Nahdiani. (Adrikni/BT)
Plt Kepala Kementerian Haji Berau, Hindun Nahdiani. (Adrikni/BT)

Secara rinci, terdapat kloter 3, kloter 14, kloter 16, dan kloter 17 yang akan berangkat secara bertahap.

Kloter 16 dan 17 rencananya akan diberangkatkan pada hari yang sama yaitu 18 Mei 2026.

“Ada empat kloter, yang kloter 3 itu tanggal 29 April, terus kloter 14 tanggal 14 (Mei),” ungkap Hindun, Selasa (21/4/2026).

Hindun memastikan seluruh rangkaian persiapan bagi jemaah haji tahun ini sudah selesai dilakukan oleh pihak kementerian.

Hal tersebut mencakup urusan administrasi yang diperlukan hingga pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi setiap calon jemaah.

Saat ini, para jemaah tinggal mempersiapkan barang-barang pribadi yang akan dibawa selama menjalankan ibadah haji.

“Sudah selesai masalah persiapannya itu. Tinggal dari jemaahnya aja lagi persiapkan barang-barang,” ujarnya.

Meskipun kuota awal mencapai 224 orang, terdapat 41 calon jemaah yang terpaksa membatalkan keberangkatan mereka tahun ini.

Alasan pembatalan tersebut cukup beragam, mulai dari masalah kesehatan, menunggu pasangan, hingga kendala biaya pelunasan.

Posisi mereka kemudian digantikan oleh jemaah cadangan, pendamping lansia, serta program penggabungan mahram yang sudah terdaftar.

Jaemaah haji asal Berau tahun ini memiliki rentang usia yang cukup lebar antara 24 hingga 81 tahun.

Total jemaah yang berangkat kali ini tercatat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pada tahun sebelumnya. 

Hindun menegaskan, seluruh jemaah sudah dalam keadaan istitha’ah kesehatan setelah melalui berbagai tahapan pemeriksaan medis.

Tahapan istitha’ah kesehatan tersebut sangat penting karena menjadi syarat utama bagi jemaah sebelum melakukan pelunasan biaya haji.

Jika hasil medis menyatakan jemaah mampu secara fisik, barulah mereka berhak diberangkatkan menuju tanah suci. 

Seluruh rangkaian ibadah haji di Arab Saudi nantinya akan dilaksanakan selama 42 hari lamanya.

“Iya alhamdulillah jemaah sudah siap. Insya Allah sehat semuanya,” pungkas Hindun. (*)