BERAU TERKINI – Komitmen dunia usaha dalam mendukung penanganan stunting terus diperkuat.

PT Berau Coal melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) menggelar seminar kesehatan terkait penanganan stunting di auditorium Politeknik Sinar Mas Berau Coal, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 12 kampung di empat kecamatan di wilayah lingkar tambang yang melibatkan kader posyandu, tenaga kesehatan, hingga narasumber dari kalangan profesional.

Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menjelaskan, program penanganan stunting merupakan bagian dari pilar kesehatan yang dijalankan perusahaan, selaras dengan program pemerintah.

“Seminar ini adalah salah satu bentuk edukasi. Selain itu, kami juga menjalankan program pemberian makanan tambahan (PMT) di 19 kampung, serta melakukan intervensi spesifik bagi anak yang sudah mengalami stunting,” ujarnya.

Reza mengungkapkan, sepanjang 2024-2025, program PMT melalui skema Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Mandiri Lokal telah menjangkau 420 anak dari 19 kampung dampingan.

“Program ini kami jalankan secara berkelanjutan dengan monitoring bersama berbagai pihak,” katanya.

Ia menambahkan, pada 2026, pihaknya juga akan memperluas program melalui pelatihan yang difokuskan di Kecamatan Teluk Bayur dan Kecamatan Segah.

Hal itu dilakukan guna meningkatkan kapasitas kader dalam penanganan stunting di tingkat kampung.

Penanganan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari dokter spesialis, kader posyandu, hingga puskesmas di wilayah lingkar tambang.

“Tidak hanya edukasi, kami juga melakukan pendampingan langsung, termasuk akses ke dokter spesialis. Ini adalah upaya bersama, tidak bisa dilakukan sendiri,” tegasnya.

Reza menegaskan, perhatian terhadap stunting merupakan bagian dari investasi jangka panjang terhadap generasi muda di Kabupaten Berau.

“Anak-anak ini adalah generasi penerus. Kami ingin memastikan mereka tumbuh sehat, mulai dari penanganan stunting sejak dini hingga dukungan di sektor pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, dokter umum sekaligus Putri Indonesia 2022, Cindy May Mc Guire, mengapresiasi langkah yang dilakukan Berau Coal dalam menangani stunting.

“Ini adalah pergerakan yang luar biasa. Stunting masih menjadi persoalan besar, termasuk di Berau. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian,” ujarnya.

Menurutnya, materi yang disampaikan dalam seminar mencakup penyebab, pencegahan, hingga penanganan stunting, termasuk pendekatan kepada masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan.

“Peran kader dan tenaga kesehatan sangat penting, terutama dalam mendorong ibu membawa anak ke puskesmas agar penanganan bisa lebih optimal,” tambahnya.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUD dr Abdul Rivai Berau, Nevi Dwi Handayani, menilai kegiatan tersebut efektif karena menyasar langsung kader posyandu sebagai garda terdepan dalam deteksi dini stunting.

“Mereka adalah pilar utama di lapangan. Dari kegiatan ini, diharapkan mereka bisa menyerap materi dan menyampaikannya kembali kepada orang tua,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya aspek psikologis dalam penanganan stunting yang selama ini belum banyak disosialisasikan.

“Selama ini fokus pada asupan dan pola makan. Padahal faktor psikologis juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak,” katanya.

Salah satu kader posyandu dari Posyandu Permata Borneo Sei Bedungun, Murniati, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama terkait pendekatan psikososial pada anak.

“Materinya sangat bermanfaat, terutama bagaimana menangani anak yang mengalami kesulitan makan dan cara edukasi kepada orang tua,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar kapasitas kader posyandu semakin meningkat dalam mendukung penanganan stunting di masyarakat. (*/Adv)