BERAU TERKINI – Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram, akhirnya buka suara terkait isu yang menyebut gaji tenaga kesehatan (nakes) tidak dibayarkan.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul ramainya perbincangan di ruang publik yang dinilai telah membentuk persepsi negatif terhadap manajemen RSUD dr Abdul Rivai.

Jusram menegaskan, RSUD dr Abdul Rivai tidak pernah menunda, apalagi mengutak-atik pembayaran gaji maupun jasa pelayanan nakes.

Ia memastikan, hak para tenaga kesehatan tetap dipenuhi secara rutin.

Meskipun, rumah sakit sempat dihadapkan pada beban utang hingga puluhan miliar rupiah.

Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram.
Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram.

“Kami perlu klarifikasi bahwa kami tidak pernah mengutak-atik gaji nakes. Gaji mereka selalu dibayar dan memang harus dibayar,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Jusram memastikan, informasi yang menyebut nakes tidak menerima gaji merupakan kabar yang tidak benar dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

“Tidak benar itu. Kami konsisten membayar gaji nakes. Mungkin yang menyebut tidak dibayar karena ketidaktahuan saja,” jelasnya.

Menurut Jusram, pembayaran gaji merupakan kewajiban mutlak yang tidak bisa ditawar.

Sebab, keberlangsungan pelayanan rumah sakit sangat bergantung pada kinerja para tenaga kesehatan.

“Kalau nakes tidak digaji, bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik? Dari kinerja mereka juga rumah sakit bisa tetap berjalan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia pun menyayangkan beredarnya isu tersebut karena dinilai dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan di RSUD dr Abdul Rivai.

Meski demikian, Jusram memastikan operasional rumah sakit tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas utama.

“Kami pastikan pelayanan tetap berjalan normal. Kami tetap memprioritaskan kesembuhan pasien,” pungkasnya. (*)