BERAU TERKINI – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud membeberkan alasan dirinya tak menemui massa dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim yang menggelar aksi pada Selasa (21/4/2026) lalu di depan kantornya, Jala Gajah Mada, Samarinda.

Sejatinya, dia menyebut pemerintah ingin membuka dialog langsung dengan massa aksi.

Hanya saja, dengan pertimbangan keamanan dirinya yang dianggap memiliki risiko besar ketika berhadapan langsung dengan ribuan massa aksi.

“Pertama terkait dengan keamanan,” kata Rudy Mas’ud, dalam laporan di video reels instagram @kaltimkece.id.

Suasana di depan kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, saat aksi dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim. (redaksi)
Suasana di depan kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, saat aksi dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim. (redaksi)

Selain itu, dia juga mempertimbangkan protokoler dalam standar protokol penerimaan tamu pemerintah.

Rudy Mas’ud tetap kekeuh dengan pendiriannya dengan mengutamakan dialog ketimbang bertemu dengan massa aksi dalam kegiatan demonstrasi.

“Saya menawarkan untuk dialog,” ucapnya.

Ia menyebut, massa aksi saat itu menolak untuk bertemu di ruangan yang telah disiapkan pemerintah di Kompleks Kegubernuran Kaltim.

“Kami sudah minta masuk, tapi massa kan menolak,” ujar Rudy Mas’ud.

Ia menegaskan bila pertemuan digelar di lapangan aksi, tentu emosi massa sulit untuk dikendalikan.

Situasi yang dia pastikan tak akan berujung pada solusi yang bisa ditemukan dalam dialog antara massa dan pihak pemerintah.

“Situasi lapangan, maka akan sesuai dengan panasnya lapangan,” kata dia.

Lalu alasan lain, dia menyebut tak bisa menyajikan data konkret ketika bertemu langsung di lapangan.

Ia menginginkan agar perwakilan yang bisa masuk ke kantor gubernur, dapat melihat data ril program yang telah dijalankan pemerintah.

“Saya tidak bisa asal bunyi, harus by data,” ujarnya.