BERAU TERKINI – Sikap dewasa massa aksi 21 April 2026 dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim mendapat apresiasi lantaran tak merusak fasilitas umum.

Apresiasi itu diutarakan langsung Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Sebab persis sehari setelah aksi, dirinya langsung mengecek lokasi aksi bersama dengan ‘anak buahnya’ untuk mengecek kerusakan di fasilitas umum pemerintah di Jalan Gajah Mada atau titik aksi.

Dari hasil peninjauan, Andi Harun menyampaikan bahwa secara umum kondisi kawasan masih dalam keadaan baik meskipun sebelumnya dipadati massa dalam jumlah besar.

Ia menyebutkan bahwa kerusakan yang ditemukan tergolong ringan dan tidak berdampak signifikan terhadap fasilitas yang ada.

“Kami melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi pasca aksi tanggal 21 April. Secara umum, terdapat kerusakan dalam skala kecil dan tidak bersifat signifikan,” ujarnya.

Massa menyingkirkan kawat berduri yang dipasang polisi. (facebook/samarinda)
Massa menyingkirkan kawat berduri yang dipasang polisi. (facebook/samarinda)

Ia merinci bahwa kerusakan yang ditemukan hanya berupa satu bagian pagar yang terdampak serta beberapa batu andesit yang mengalami kerusakan ringan.

Ia menaksir pemerintah hanya mengeluarkan dana sekitar Rp10 juta untuk perbaikan minor di lapangan.

“Jumlah tersebut jauh di bawah perkiraan, mengingat besarnya massa yang hadir,” jelasnya.

Menurutnya, situasi ini mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tanpa merusak fasilitas umum. Ia menilai hal tersebut sebagai perkembangan positif yang patut diapresiasi.

Perbaikan terhadap kerusakan ringan tersebut, lanjutnya, telah mulai dikerjakan dan ditargetkan selesai dalam waktu singkat.

Lebih lanjut, Andi Harun mengajak masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas masing-masing serta menjaga stabilitas sosial di Kota Samarinda. Ia menekankan pentingnya menghindari perpecahan yang berkepanjangan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan media yang dinilai turut berperan dalam menjaga situasi tetap aman dan terkendali.

Menurutnya, kolaborasi semua pihak penting untuk memastikan roda pemerintahan dan aktivitas ekonomi tetap berjalan.

“Kota ini merupakan milik bersama, sehingga tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya juga berada di tangan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kawasan Teras Samarinda menjadi salah satu titik berkumpul massa dalam aksi 21 April 2026.

Pemkot Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup sebelumnya juga telah melakukan pembersihan sisa-sisa sampah di sepanjang Jalan Gajah Mada setelah kegiatan tersebut berlangsung.