BERAU TERKINI – Massa aksi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menyingkirkan pagar kawat berduri yang terpasang di depan kantor Gubenur Kaltim.

Pagar kawat berduri itu sengaja dipasang oleh polisi untuk menghalau massa yang melakukan unjuk rasa.

Bermodal banner dan sarung tangan, gulungan kawar berduri itu berhasil disingkirkan dari pintu masuk kantor Gubernur Kaltim.

Saat ini, aksi masih terus berlanjut.

Di tengah aksi, sempat terjadi kericuhan karena massa menangkap tangan pemuda yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut.

Sebab, dengan sengaja pemuda tersebut menyalakan gas asap dengan mengarahkannya ke polisi di balik pagar kantor gubernur.

Bersyukur aksinya itu diamankan oleh massa aksi yang ada di lokasi saat itu.

Setelah menyingkirkan provokator tersebut, aksi kembali berlanjut hingga berita ini ditayangkan.

Secara bergiliran, perwakilan organisasi dan peserta yang hanya membawa diri tanpa lembaga mendapatkan kesempatan untuk berorasi.

Salah satu pengamen jalanan di Samarinda, menyakatakan kekecewaaannya kepada Rudy Mas’ud.

Ia dianggap tak menepati janjinya untuk mensejahterakan masyarakat Kaltim.

“Saya orang miskin, tidak diperhatikan bapak gubernur,” teriaknya di hadapan massa.

Hingga berita ini ditayangkan, peserta aksi masih memenuhi pintu masuk kantor Gubernur Kaltim.

Sementara Gubernur Kaltim yang dikabarkan berkantor pada hari ini, belum menemui massa.

Sebelumnya, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rahim, menyebut penguatan dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi kerusakan seperti yang terjadi di aksi demonstrasi sebelumnya.

“Tiang besi hampir dua meter kita sambung ke pondasi pagar utama, jadi lebih kuat dan tidak mudah didorong atau dirusak,” jelas Edwin dalam laporan Kata Kaltim.

Sejumlah lokasi diprediksi menjadi titik konsentrasi massa, di antaranya jalur menuju Kantor Gubernur, Jalan Gajah Mada, serta Jalan Merapi di sekitar Kantor Bank Indonesia.

Kawasan DPRD Kaltim juga masuk dalam prioritas penjagaan.

“Ada penjagaan juga di DPRD Kaltim. Kita bagi personel bersama TNI dan Polri,” ucapnya.

Untuk mendukung pengamanan, sekitar 1.897 personel gabungan dari Satpol PP, kepolisian, TNI, dan perangkat daerah lainnya disiagakan.

“Kalau keseluruhan kurang lebih 1.897 personel yang akan melakukan pengamanan kegiatan unjuk rasa tanggal 21 April,” ujar Edwin.

Pemerintah berharap aksi dapat berlangsung tertib dan damai tanpa mengganggu ketertiban umum maupun merusak fasilitas.

“Harapannya tentu aksi bisa berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” tandas Edwin.