BERAU TERKINI – Simak skema kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman listrik di Berau.
Pemadaman listrik yang terjadi di Berau dalam sepekan terakhir berdampak pada aktivitas masyarakat.
Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami kerugian akibat mati lampu yang berlangsung dalam durasi yang cukup lama.
Merespons pemadaman listrik yang terjadi di Berau itu, Pemkab Berau menggelar rapat bersama Forkopimda Berau dan PLN Berau.
Dalam rapat yang digelar di Kantor Bupati Berau, pada Selasa (27/10/2026) itu turut dibahas mengenai kompensasi bagi pelanggan PLN yang terdampak pemadaman listrik.
Menurut Bupati Berau Sri Juniarsih, kompensasi bagi pelanggan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai melainkan dikonversi menjadi listrik untuk pemakaian berikutnya.
Kompensasi tersebut akan dilakukan pada pemakaian listrik di periode berikutnya, dengan besaran bervariasi mulai dari 5 persen, 10 persen, hingga 15 persen.

Sri Juniarsih menekankan, masyarakat tetap akan mendapatkan kompensasi, tetapi mekanismenya bukan berupa pemberian uang secara langsung.
“Hal yang paling penting untuk saya tegaskan, terkait kompensasi akan diberikan kepada masyarakat, tetapi bukan berupa tunai. Kompensasi itu akan dikonversi ke pemakaian listrik berikutnya. Jumlahnya berbeda-beda,” tegas Sri Juniarsih.
Dengan skema tersebut, manfaat kompensasi akan diterima pelanggan melalui pengurangan tagihan atau pemakaian listrik pada periode berikutnya, sesuai mekanisme yang berlaku.
Namun, besaran kompensasi yang berbeda-beda juga menjadi hal yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
Kejelasan mengenai dasar perhitungan, kriteria pelanggan penerima, serta waktu penerapannya penting agar masyarakat memahami hak dimiliki.
Di tengah tuntutan agar pelayanan kelistrikan segera membaik, kompensasi diharapkan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab atas gangguan yang terjadi, tetapi juga diikuti upaya serius untuk mencegah persoalan serupa terulang.
“Tentu saja bagi masyarakat Berau, kepastian kompensasi dan pemulihan pasokan listrik menjadi dua hal penting yang kini dinantikan,” tutupnya.

Aksi Demonstrasi
Sebelumnya diberitakan, aksi demonstrasi digelar di depan Kantor PLN Berau pada Senin (26/10/2026) malam.
Aksi itu pun berlanjut saat massa aksi mendatangi Rumah Dinas Bupati Berau, Selasa (27/10/2026) dini hari.
Massa aksi menuntut Pemkab Berau untuk mencari solusi atas persoalan pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Menurut salah satu massa aksi, pemadaman listrik atau mati lampu di Berau diprediksi masih akan terjadi hingga satu pekan ke depan.
“Tadi penjelasan dari pihak PLN itu pemadaman tujuh hari dengan jangka waktu 5-8 jam,” ujar salah satu massa aksi.
Bupati Berau Sri Juniarsih pun menemui massa aksi yang mendatangi rumah dinasnya. Dia menyebut sudah berkomunikasi dengan PLN Berau untuk segera memperbaiki penyebab dari pemadaman listrik.
“Karena ada musibah yang tidak kita inginkan, maka saat ini, barusan saya telepon lagi untuk memperbaiki secepat mungkin,” kata Sri Juniarsih.
“Mudah-mudahan teman-teman semuanya bisa bersabar, bisa dan bisa memaklumi keadaan ini, karena ini semua di luar keinginan kita,” lanjutnya.
Dirinya pun berharap massa aksi dan juga warga Berau bisa menjaga kondusivitas daerah di tengah ujian pemadaman listrik bergilir.
“Saya tadi pagi juga telepon PLN kenapa seperti ini, jadi bukan hanya teman-teman saja yang merasa terganggu, tetapi semua,” ucapnya.
“Tolong bantu kami, kondusivitas kami dibutuhkan, untuk kembali seperti semula,” harapnya
