BERAU TERKINI — PLN UP3 Berau tengah memfokuskan penanganan teknis pada perbaikan tower sebagai langkah konkret menuntaskan pemadaman listrik bergilir yang melanda Bumi Batiwakkal.
Kepala PLN UP3 Berau, Erwinton Naibao, mengatakan, seluruh peralatan pendukung untuk pemulihan tower dijadwalkan tiba di lokasi pada Selasa (27/10/2026) malam.
Ia pun memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses perbaikan berjalan lancar.
“Perbaikan towernya dulu sedang kita perbaiki dan malam ini peralatannya sudah sampai di site,” ungkapnya kepada Berauterkini.
Mengenai tuntutan kompensasi warga yang terdampak, Erwinton menjelaskan, seluruh mekanisme akan merujuk pada regulasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero).
Kompensasi otomatis berjalan apabila durasi pemadaman telah melebihi batas Tingkat Mutu Pelayanan (TMP).
“Kalau dia sudah melebihi TMP Tingkat Mutu Pelayanan, pelanggan yang terdampak akan menerima kompensasi,” ujarnya.
“Jadi seperti apa mekanisme kompensasinya, kita ikuti regulasi dari Kepmen tahun 2025 tentang pelayanan untuk pelanggan,” sambungnya.
Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan, kompensasi bagi warga terdampak tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dipotongkan langsung pada pembayaran atau pengisian token listrik di periode berikutnya.
Besaran potongan berkisar antara 5 persen, 10 persen, hingga 15 persen sesuai kriteria dampak.
“Hal yang paling penting untuk saya tegaskan, terkait kompensasi akan diberikan kepada masyarakat, tetapi bukan berupa tunai. Kompensasi itu akan dikonversi ke pemakaian listrik berikutnya. Jumlahnya berbeda-beda,” tegas Bupati.
Bagi masyarakat Berau, kepastian realisasi kompensasi ini menjadi bentuk tanggung jawab yang diharapkan beriringan dengan komitmen nyata PLN dalam menuntaskan krisis kelistrikan secara permanen. (*)
