BERAU TERKINI — Generasi muda saat ini tengah menggandrungi tren pernikahan sederhana yang digelar langsung di Kantor Urusan Agama (KUA).

Fenomena ini berkembang pesat karena dianggap mampu menyederhanakan pengeluaran biaya pernikahan secara signifikan.

Banyak pasangan muda kini lebih memilih prosesi akad sederhana tanpa harus menggelar perayaan atau resepsi yang besar.

Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono, membenarkan adanya peningkatan jumlah muda-mudi yang melaksanakan akad di kantor.

Pilihan ini dinilai sangat praktis dan tidak merepotkan pihak keluarga, baik secara finansial maupun persiapan teknis. 

Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono
Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono. (Dini Diva Aprilia/BT)

Selain itu, suasana yang tercipta juga terkesan lebih intim dan tetap menghadirkan kesakralan sebuah janji suci.

“Ya, memang ada peningkatan pernikahan di KUA oleh gen Z,” ujar Kabul.

Melihat tren tersebut, pihak KUA di berbagai kecamatan mulai berbenah dan mempercantik fasilitas yang ada.

Lokasi balai pernikahan kini ditata lebih rapi dan hangat guna menghadirkan suasana prosesi yang istimewa. 

Upaya memperindah ruangan ini disesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan fasilitas pada masing-masing kantor KUA.

Setiap kantor memiliki model dekorasi yang berbeda untuk memberikan pengalaman unik bagi setiap pasangan pengantin.

Penataan ini bertujuan agar momen berharga tersebut tetap berkesan meski dilakukan di fasilitas pemerintah. 

Transformasi ini menjadi bukti KUA siap mendukung gaya hidup generasi muda yang dinamis.

“Kami dari KUA Insya Allah sudah menyiapkan dan memfasilitasi ruangan dengan dekorasi sesuai kemampuan,” tambah Kabul.

Salah satu contohnya adalah KUA Sambaliung yang kini tampil lebih menarik dengan tambahan hiasan bunga dan lampu.

Penggunaan lampu bernuansa ungu memberikan kesan modern namun tidak menghilangkan kekhidmatan saat prosesi akad nikah berlangsung.

Sentuhan artistik tersebut terbukti efektif menarik minat para pasangan Gen Z untuk mendaftarkan pernikahan mereka.

Pergeseran gaya hidup ini menunjukkan bahwa generasi muda kini lebih mementingkan makna esensial sebuah pernikahan.

Kemewahan sementara bukan lagi menjadi prioritas utama dibandingkan dengan kelancaran prosedur dan kepraktisan layanan.

Kemudahan akses di KUA pun menjadi alasan kuat di balik popularitas tren nikah sederhana ini.

Seiring meningkatnya minat masyarakat, KUA diharapkan terus menjaga dan meningkatkan mutu layanan mereka secara berkelanjutan.

Pembenahan fasilitas balai nikah menjadi salah satu poin penting untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi warga.

Pengalaman yang baik saat akad nikah akan meninggalkan kesan positif bagi pasangan pengantin baru.

Kemenag Berau terus mendorong seluruh staf di kecamatan untuk bersikap adaptif terhadap keinginan generasi baru. 

Pelayanan yang cepat dan lingkungan yang estetik diharapkan dapat terus mendukung tren positif ini ke depannya.

Hal ini sekaligus mengukuhkan peran KUA sebagai garda terdepan dalam pelayanan urusan pernikahan masyarakat.

“Mungkin anak-anak gen Z pengen yang simpel dan tidak merepotkan keluarga, sehingga memilih akad nikah di KUA,” tutupnya. (*)