BERAU TERKINI — Kementerian Agama Kabupaten Berau mengungkapkan jumlah penghulu di Bumi Batiwakkal belum mengalami penambahan signifikan.

Saat ini, total hanya tersedia 13 tenaga penghulu untuk melayani seluruh wilayah Bumi Batiwakkal.

Dengan 13 kecamatan yang ada, artinya setiap kecamatan rata-rata hanya memiliki satu orang penghulu.

Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono, menyatakan belum ada penambahan personel baru untuk tahun 2026.

Namun, terdapat tiga orang CPNS formasi 2025 yang saat ini sedang menjalani masa pelatihan.

Penambahan tenaga baru tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA).

“Untuk di 2026 belum ada. Yang terakhir kemarin 2025 yang CPNS,” ungkap Kabul kepada Berauterkini, Kamis (23/4/2026).

Kabul menilai jumlah 13 penghulu tersebut sebenarnya terbilang sangat pas-pasan bagi wilayah seluas Berau.

Meski demikian, sejauh ini seluruh masyarakat di 13 kecamatan masih bisa terlayani dengan sangat baik.

Pihak KUA mampu mengatur waktu secara efektif walaupun harus melayani hingga empat pernikahan dalam sehari.

Hingga saat ini, belum ada keluhan atau komplain dari masyarakat terkait keterbatasan jumlah tenaga tersebut. 

Para penghulu tetap berkomitmen menjangkau lokasi pernikahan hingga ke daerah pelosok demi menjalankan tugasnya.

Manajemen waktu yang disiplin menjadi kunci utama kelancaran pelayanan administrasi pernikahan di setiap wilayah.

Pada beberapa kecamatan tertentu, imam kampung terkadang ditunjuk untuk melaksanakan akad nikah di lokasi yang sangat jauh.

Namun, penunjukan imam kampung ini memiliki persyaratan yang sangat ketat sesuai dengan aturan hukum Islam.

Salah satunya adalah pernikahan tersebut tidak boleh menggunakan wali hakim dalam pelaksanaannya.

Pernikahan yang dipimpin imam kampung tetap wajib dihadiri oleh wali nasab atau wali kandung dari pihak mempelai.

Hal ini dikarenakan wewenang wali hakim secara resmi hanya melekat pada Kepala KUA atau penghulu yang sah. 

Namun, Kabul menyebut kejadian penggunaan jasa imam kampung ini sebenarnya masih sangat jarang ditemukan.

“Tetapi jarang terjadi karena memang sekampung-kampungnya kita ini masih bisa dijangkau, masih aman,” jelasnya.

Hingga kini belum ada informasi mengenai mutasi penghulu dari luar daerah untuk ditugaskan ke Kabupaten Berau. 

Kemenag Berau menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu pemerintah pusat memutuskan untuk menambah personil penghulu.

Tambahan tenaga sangat dibutuhkan khususnya untuk wilayah perkotaan yang memiliki volume pernikahan cukup tinggi setiap harinya.

Keseimbangan jumlah tenaga sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan dan menghindari beban kerja yang berlebihan.

Pihak Kemenag juga terus memantau kebutuhan di lapangan agar proses sakral pernikahan masyarakat tidak terhambat. 

Transparansi dan kesiapan administrasi tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan di KUA.

“Saat ini kita bilang cukup, tapi kalau seandainya ditambah pun kita masih siap menerima,” pungkas Kabul. (*)