BERAU TERKINI – Memperingati Hari Kartini, Mada Mara menghadirkan kegiatan bertajuk Temu Cantik dan Menjahit, sebuah ruang kreatif yang menggabungkan keterampilan dasar menjahit dengan interaksi sosial antarperempuan.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara sederhana namun bermakna dalam merayakan semangat emansipasi perempuan.

Owner Mada Mara, Renata Andini, mengatakan, kemampuan dasar menjahit penting dimiliki karena menjadi fondasi untuk berbagai kebutuhan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

“Basic menjahit itu penting, bukan hanya untuk hal sederhana seperti memasang kancing baju, tapi juga bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih kreatif, seperti membuat gantungan kunci dari kain jeans bekas,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan ini tidak terbatas pada fungsi teknis semata, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, serta koordinasi tangan.

Kemampuan tersebut dinilai relevan dan bermanfaat, bahkan di luar konteks menjahit.

Dalam kegiatan ini, peserta diajak memanfaatkan kain jeans lama menjadi produk baru yang memiliki nilai guna.

Selain sebagai bentuk kreativitas, hal ini juga menjadi langkah kecil dalam mengurangi limbah tekstil dengan mengolah kembali barang yang tidak terpakai.

Menariknya, Mada Mara turut menghadirkan narasumber desainer muda asal Berau, Anisah Dhiya Azizah, yang berbagi ilmu dan pengalaman di bidang fashion.

Kehadiran Anisah memberikan perspektif langsung dari pelaku industri kreatif lokal, sekaligus menginspirasi peserta untuk berani mengembangkan potensi diri.

Renata menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada workshop keterampilan, tetapi juga sebagai ruang bertemu, berinteraksi, dan membangun jejaring antarperempuan.

Mengusung tema Hari Kartini, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk refleksi atas perjuangan perempuan menuju kesetaraan yang hingga kini masih terus berlangsung.

“Hari Kartini bukan sekadar peringatan tahunan, tapi momen refleksi tentang perjuangan kesetaraan yang masih terus berjalan. Kami ingin ikut membersamai momen ini, meskipun melalui kegiatan kecil,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Mada Mara berharap perempuan di Berau dapat lebih percaya diri, mandiri, dan memiliki ruang untuk berkembang bersama. 

Tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga menikmati waktu yang menyenangkan dalam kebersamaan.

Kegiatan Temu Cantik dan Menjahit pun menjadi bukti perayaan Kartini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui aktivitas kreatif yang memberdayakan perempuan secara nyata. (*)