BERAU TERKINI — Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong upaya mengangkat potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau melaksanakan pelatihan kerajinan anyaman rotan di Kecamatan Segah untuk mengasah keterampilan masyarakat setempat.
Kegiatan ini diarahkan menjadi peluang usaha baru sekaligus penguat identitas daerah sebagai destinasi wisata berbasis produk lokal.
Sebanyak 20 peserta dari berbagai kampung di Kecamatan Segah mengikuti pelatihan intensif di Kantor BKKBN tersebut.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung mulai 20-29 April 2026 mendatang.

Mereka belajar teknik dasar, pengembangan desain, hingga strategi menghitung harga pokok produksi agar produk layak jual di pasar.
Wakil Ketua Harian Dekranasda Berau, Sulasih Said, menegaskan pelatihan ini merupakan bagian program pembangunan industri daerah 2026.
Fokus utama program ini adalah penguatan sektor ekonomi kreatif yang memanfaatkan sumber daya alam lokal secara maksimal.
Sulasih optimistis, rotan dari wilayah Segah memiliki potensi besar jika dikelola dengan sentuhan kreativitas yang tepat.
“Rotan ini bukan sekadar bahan, tapi potensi besar. Harapan kita, produk anyaman dari Segah bisa naik kelas menjadi souvenir khas,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Pelatihan ini menyasar para pengrajin yang sudah memiliki dasar keterampilan namun masih memerlukan peningkatan kualitas hasil karya.
Peserta diberikan pemahaman mengenai variasi produk dan inovasi desain agar mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.
Produk yang dihasilkan diharapkan tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika serta daya saing yang kuat.
Selain menjaga tradisi lokal, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan wirausaha baru di sektor kerajinan tangan.
Para peserta didorong menjadi pelaku usaha mandiri yang jeli dalam membaca setiap peluang pasar yang ada.
Peningkatan kualitas dan kreativitas diyakini akan membawa produk rotan Segah menembus pasar yang jauh lebih luas lagi.
“Kalau kualitas dan kreativitas meningkat, bukan tidak mungkin produk ini bisa menembus pasar di luar daerah,” tambah Sulasih.
Agenda ini menghadirkan narasumber berkompeten dari UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Kalimantan Timur.
Materi praktik juga diperkuat oleh kehadiran pengrajin berpengalaman yang didatangkan langsung dari Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung.
Metode pelatihan menggabungkan presentasi, dialog interaktif, serta praktik langsung agar seluruh ilmu dapat terserap secara maksimal.
Seluruh pembiayaan kegiatan ini didukung sepenuhnya melalui APBD Berau sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah.
Pemerintah ingin mendorong pertumbuhan industri kerajinan lokal agar mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Sulasih berharap Kecamatan Segah dapat bertransformasi menjadi sentra kerajinan anyaman yang unik dan berkualitas tinggi di masa depan.
“Kita berharap Kecamatan Segah tak hanya dikenal sebagai wilayah penghasil rotan, tetapi juga sebagai sentra kerajinan anyaman,” tandasnya. (*/Adv)

