BERAU TERKINI – Harga gas elpiji bersubsidi dipastikan tidak akan naik di tengah kenaikan harga Bright Gas.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan harga gas bersubsidi yakni gas 3 kilogram atau gas melon tak akan naik.

Menurut Bahlil Lahadalia, pemerintah belum pernah menaikan harga gas elpiji bersubsidi.

“Kalau untuk LPG 3 kilogram, sejak LPG diterapkan tahun 2006, 2007, LPG itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah,” ujar Bahlil Lahadalia dikutip laporan CNN Indonesia.

Bahlil Lahadalia menyebut, pihaknya sempat ingin menata tata kelola gas elpiji bersubsidi pada Februrari 2025 lalu.

Namun kebijakan tersebut mendapatkan penolakan dan sorotan dari masyarakat.

Menurutnya, jika tata kelola dan distribusi gas melon bisa ditertibkan, maka harga yang dibayarkan oleh masyarakat bisa lebih murah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (YouTube/Kementerian ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (YouTube/Kementerian ESDM)

“Dulu kalian masih ingat kan tahun 2025 Februari. Yang kalian-kalian juga hajar saya kan waktu itu. Itu waktu itu saya mau tata untuk betul-betul yang subsidi itu adalah yang menerima yang berhak. Dengan harga yang betul-betul sudah ditetapkan,” katanya.

“Harga yang ditetapkan waktu itu Rp17 ribu sampai Rp18 ribu. Itu harga subsidi, harus sampai di rakyat. Tapi kan ada yang sampai Rp25 ribu waktu itu dibuat. Tapi begitu mau ditertibkan kan. Ya macam-macam lah. Yaudah lah, sudah berlalu,” tegasnya.

Bright Gas Naik

Sebelumnya diberitakan, Pertamina mengumumkan kenaikan harga BBM Nonsubsidi pada Sabtu (18/4/2026) kemarin.

Kenaikan harga BBM terjadi untuk jenis BBM Nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite.

Sementara BBM Nonsubsidi jenis Pertamax tak mengalami kenaikan harga.

Tak hanya BBM Nonsubsidi, kenaikan harga juga terjadi untuk gas nonsubsidi.

Tumpukan gas elpiji di salah satu agen gas di Tanjung Redeb
Tumpukan gas elpiji di salah satu agen gas di Tanjung Redeb (BT)

Dilansir dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, kenaikan harga bervariasi mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 36.000 bergantung pada wilayah.

Untuk di wilayah Kaltim, harga Bright Gas 12 kilogram kini dipatok Rp 238,000 per tabung untuk isi ulang.

Adapun untuk Bright Gas 5,5 kilogram harganya kini Rp 114,000 per tabung untuk isi ulang.

Pertamina Patra Niaga menjelaskan harga tersebut merupakan harga jual ex agen dengan radius 60 kilometer dari SPBE.

“Harga Jual ex-Agen (Rp/Tabung) untuk refill berlaku untuk wilayah dengan radius 60km dari SPBE,” tulis keterangan Pertamina Patra Niaga.