BERAU TERKINI – Anggota DPRD Kaltim sekaligus pengurus DPW Gerindra Akhmed Reza Pahlevi, merasa video klarifikasi Gubernur Rudy Mas’ud terkesan setengah hati.
Sebab, Rudy Mas’ud dianggap tak secara tegas menyatakan menarik pernyataan sebelumnya yang membuat gaduh publik.
Dimana dalam pernyataan sebelumnya, Rudy Mas’ud secara terang menyinggung kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penunjukan Hashim Djojohadikusumo sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim.
Pernyataan itu muncul saat awak media mempertanyakan isu korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) terkait penunjukan Hijrah Mas’ud sebagai Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim.
Namun di sisi lain, Reza memberikan apresiasi sikap Rudy Mas’ud yang mengakui kekeliruan atas pandangan yang diutarakannya.
“Namun, permintaan maaf yang tidak disertai pencabutan pernyataan sebelumnya saya anggap masih setengah hati,” ujar Reza, seperti yang dilaporkan Selasar.
Ia menegaskan, selama pernyataan tersebut belum dicabut dan permintaan maaf tidak secara langsung ditujukan kepada Presiden RI maupun Hasyim Djojohadikusumo, publik berhak menilai gubernur sedang mencoba membenarkan hal yang tidak bisa dibenarkan.
“Klarifikasi yang baik bukan klarifikasi perasaan, tapi pemulihan etika publik dan kekuasaan oleh Gubernur Kaltim,” tambahnya.
Selain itu, Reza menekankan bahwa pihaknya akan terus mengawal janji-janji gubernur yang disampaikan dalam permohonan maaf tersebut.
“Kami akan menjalankan fungsi pengawasan dewan terhadap poin-poin penting lainnya yang dijanjikan gubernur,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti gaya kepemimpinan gubernur yang dinilai berjalan sendiri tanpa membangun kerja sama dengan unsur legislatif, yudikatif, pers, maupun masyarakat.
“Pemerintahan tidak bisa dijalankan sendiri seolah seperti perusahaan pribadi. Selama ini terkesan berjalan sendiri. Pers pun kadang tidak dianggap sehingga komunikasi menjadi buntu. Padahal kritik, masukan, dan kontrol sosial itu penting dalam pemerintahan demokratis,” jelasnya.
.
Reza menutup dengan pesan bahwa komunikasi yang sehat akan memperkuat demokrasi.
“Kalau komunikasi dibangun dengan baik, kritik tidak perlu dianggap sebagai serangan. Justru itu bagian dari penguatan demokrasi dan bentuk kepedulian terhadap daerah,” pungkasnya.
Dikabarkan sebelumnya, Rudy Mas’ud telah mengutarakan permohonan maaf secara terbuka melalui instagram pribadinya terkait isu tersebut.
Menurutnya pandangan tersebut telah ditafsirkan secara tidak tepat.
Meskipun begitu, dia tetap mengutarakan permohonan maaf tersebut sebagai bentuk evaluasi dirinya ke depan.
“Saya tidak ada maksud sedikitpun untuk membandingkan hal tersebut,” ujarnya.

