BERAU TERKINI — Operasional rumah sakit baru di Tanjung Redeb kini tinggal menghitung waktu saja.
DPRD Berau berharap seluruh persiapan telah matang sebelum fasilitas kesehatan tersebut resmi dibuka untuk umum.
Rencananya, rumah sakit ini akan diresmikan pada 20 atau 21 Mei 2026 mendatang.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyatakan, persiapan sarana prasarana harus menjadi perhatian utama.
Selain itu, kesiapan tenaga kesehatan, tipe rumah sakit, hingga kelengkapan izin operasional juga harus dipastikan selesai tepat waktu.

Ia menekankan, aspek legalitas adalah hal yang sangat krusial bagi kelancaran layanan.
“Ini lebih penting, jangan sampai ketika sudah dibuka banyak yang belum siap, itu betul-betul harus kita siapkan,” tegas Elita.
Pihak rumah sakit juga diingatkan untuk segera menyelesaikan urusan administratif terkait pasien yang memiliki jaminan kesehatan BPJS.
Kerja sama dengan pihak BPJS harus sudah berjalan efektif sebelum gedung baru tersebut mulai dioperasionalkan secara resmi.
Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak mengalami kendala saat membutuhkan penanganan medis segera.
DPRD Berau berharap kehadiran rumah sakit baru ini dapat berfungsi dengan baik di tengah masyarakat luas.
Pelayanan kesehatan yang maksimal menjadi tuntutan utama yang harus dipenuhi oleh jajaran manajemen rumah sakit.
Elita menginginkan adanya peningkatan kualitas pelayanan yang signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.
“Kita berharap operasinya betul-betul nanti bisa membantu masyarakat Kabupaten Berau dengan maksimal,” ujarnya.
Kehadiran dua rumah sakit yang berfungsi sekaligus diharapkan menjadi solusi atas berbagai permasalahan kesehatan di daerah.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta bekerja sama secara intensif demi menyukseskan peresmian tersebut.
Dengan fasilitas yang lebih lengkap, keluhan masyarakat mengenai layanan kesehatan diharapkan dapat berkurang drastis.
Elita menaruh harapan besar agar semua hambatan teknis dapat segera diatasi sebelum hari peresmian tiba.
Kepuasan masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan dari pembangunan gedung fasilitas kesehatan yang megah ini.
Transparansi mengenai kesiapan operasional juga harus terus disampaikan kepada publik secara berkala.
“Dua rumah sakit difungsikan, jadi tidak ada masyarakat lagi yang mengeluhkan pelayanan kesehatan,” pungkas Elita. (*)

