BERAU TERKINI – Dalam memberi kemudahan terapi bagi penderita kanker di Kabupaten Berau, RSUD dr Abdul Rivai kini tengah mempersiapkan layanan kemoterapi agar masyarakat tidak lagi melakukan pengobatan ke luar daerah.
Langkah tersebut sejalan dengan program KJSU-KIA dari Kementerian Kesehatan.
Saat ini, dokter spesialis penyakit dalam RSUD dr Abdul Rivai, Rizka Abdiani, sedang mengikuti fellowship onkologi selama enam bulan di RSUP dr Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Program pendidikan itu berfokus pada penanganan penyakit kanker, mulai diagnosis, kemoterapi, imunoterapi, hingga penanganan efek samping pengobatan kanker.

Dalam pesan WhatsApp yang disampaikan kepada media, Rizka mengatakan pendidikan yang dijalaninya bertujuan menambah kompetensi agar layanan kemoterapi bisa dilakukan di Berau.
“Dengan mengikuti fellowship ini, saya akan mendapatkan kompetensi tambahan untuk melakukan kemoterapi di RS kita di Berau, di bawah supervisi konsultan hematologi onkologi medik, sehingga pasien kanker tidak perlu berobat keluar daerah,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Selama ini, pasien kanker di Berau harus dirujuk ke luar daerah untuk menjalani kemoterapi.
Kondisi itu membuat pasien dan keluarga harus mengeluarkan biaya besar serta mengorbankan waktu dan tenaga untuk proses pengobatan yang cukup panjang.
Menurutnya, kehadiran layanan tersebut nantinya akan sangat membantu masyarakat mendapatkan penanganan optimal, tanpa harus meninggalkan daerah dalam waktu lama.
“Ini akan sangat membantu pasien dan keluarga mendapatkan tatalaksana yang optimal, tanpa harus meluangkan waktu, tenaga dan biaya yang besar keluar daerah,” paparnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan, Kolegium Ilmu Penyakit Dalam, LPDP, Pemerintah Kabupaten Berau, dan manajemen RSUD dr Abdul Rivai atas dukungan yang diberikan selama menjalani pendidikan.
“Saya berharap ilmu yang saya peroleh bisa diterapkan di Berau, tentunya dengan dukungan kebijakan Pemerintah Kabupaten Berau dan BPJS Kesehatan,” katanya.
Tak lupa, Rizka meminta doa kepada masyarakat Berau agar pendidikan yang dijalaninya berjalan lancar.
Sehingga ilmu yang diperoleh nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat Berau.
“Semoga semua berjalan lancar,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram, mengatakan, saat ini manajemennya terus mempersiapkan sarana penunjang layanan kemoterapi.
Rumah sakit telah mengirim perawat dan apoteker untuk mengikuti pelatihan khusus kemoterapi.
Selain itu, pihaknya juga mulai menyiapkan ruangan cytotoxic chamber, bantuan dari Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari standar layanan kemoterapi.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Berau, termasuk menghadirkan layanan pengobatan kanker yang lebih lengkap dan mudah diakses,” pungkasnya. (*)

