BERAU TERKINI – Wakil Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menyebut kondisi layanan di RSUD Abdul Rivai dalam kondisi “sakit”.
Hal itu disampaikan Waris saat rapat kerja terkait Evaluasi LKPJ Bupati Berau 2025 bersama manajemen RSUD dr Abdul Rivai dan Dinas Kesehatan Berau.
Kritikan itu dikatakan Waris menyusul utang besar rumah sakit pelat merah itu serta masih dikeluhkannya pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Waris, situasi ini berpotensi semakin memburuk apabila tenaga kesehatan (nakes) dan pegawai dipindahkan ke RSUD Tanjung Redeb yang direncanakan mulai beroperasi pada Mei mendatang.

Ia khawatir, langkah tersebut justru akan memperparah kondisi RSUD dr Abdul Rivai yang saat ini masih menghadapi berbagai persoalan internal.
“Kalau dipindahkan sekarang, ini bisa membuat RSUD Abdul Rivai jadi ‘pasien’ yang lebih parah. Sementara masalah pelayanan dan manajemen di sana belum selesai,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menyampaikan, pemindahan tenaga medis ke rumah sakit baru yang berlokasi di Jalan Sultan Agung bukanlah solusi instan.
Justru sebaliknya, hal itu berisiko menambah persoalan baru jika tidak diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga dukungan anggaran yang memadai.
Waris menyebut, operasional rumah sakit baru seharusnya didukung kesiapan menyeluruh agar tidak mengulang persoalan yang saat ini terjadi di RSUD Abdul Rivai.
“Kalau semua sumber daya, pendanaan, dan fasilitas sudah siap, tentu tidak masalah untuk segera beroperasi. Tapi faktanya saat ini kita belum punya itu,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak terburu-buru meresmikan operasional RSUD Tanjung Redeb hanya demi mengejar target.
Ia mengingatkan agar seluruh aspek pendukung dipastikan matang terlebih dahulu.
“Jangan sekadar potong pita. Kalau memang belum siap, lebih baik ditunda sampai benar-benar siap,” tandasnya. (*/Adv)

