BERAU TERKINI – Nama Romy Wijayanto resmi terpilih sebagai direktur baru BPD Kaltimtara menggantikan Muhammad Yamin untuk periode lima tahun ke depan.

Pemilihan ini berdasarkan hasil dari penunjukan 16 pemegang saham Bankaltimtara dalam mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham alias RUPS Luar Biasa.

Romy Wijayanto otomatis menggugurkan nama calon lainnya, yakni mantan Direktur Bank Sulselbar Amri Mauraga.

Sukses mengawal Bank DKI Jakarta di posisi direktur keuangan, membuat Romy Wijayanto memilki skor tinggi berdasarkan penilaian ototritas jasa keuangan.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyatakan bila seluruh penilaian diberikan secara objektif oleh lembaga resmi mulai otoritas jasa keuangan (OJK), LIPI dan KRN.

“Pertimbangannya pertama berdasarkan penilaian dari OJK, skornya adalah yang tertinggi dari semua yang ada,” kata Gubernur Rudy Mas’ud, dalam laporan Kaltim Today.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, saat kunjungan kerja ke kantor DPR RI. (facebook/Pemprov Kaltim)
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, saat kunjungan kerja ke kantor DPR RI. (facebook/Pemprov Kaltim)

Rudy menjelaskan bahwa selain OJK, penilaian dari Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) serta lembaga penguji lainnya juga menunjukkan hasil yang selaras.

Seluruh pemegang saham sepakat memilih Romy karena aspek kompetensi yang dinilai paling mumpuni.

“Karena kita mengukur kinerja itu adalah kompetensi kita kalikan dengan energinya,” tuturnya.

Harapan besar disematkan agar Bankaltimtara bisa sejajar dengan jajaran bank milik negara atau Himbara.

Transformasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di dua provinsi, yakni Kaltim dan Kaltara.

“Semoga Bankaltimtara ini tidak hanya untuk masyarakat Kaltim dan Kaltara, tetapi bisa berkompetisi dengan bank-bank Himbara ataupun bank nasional lainnya,” tegasnya.

Proses pemilihan yang berlangsung secara aklamasi ini diklaim mencerminkan soliditas para pemegang saham.

Seluruh pihak sepakat mengikuti rekomendasi teknis dan kajian data yang telah dikeluarkan oleh otoritas perbankan.

“Tadi kita aklamasi semuanya sepakat karena berdasarkan yang disampaikan adalah kajian data dari OJK,” tutupnya.