BERAU TERKINI – Pemprov Kaltim membangun pagar besi dan memasang kawat berduri di pagar kantor gubernur jelang aksi 21 April 2026 esok oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim.

Pengamanan kantor Gubernur Kaltim ditingkatkan jelang aksi demonstrasi pada 21 April 2026 esok.

Sekeliling pagar kantor tersebut telah dipasangi kawat berdiri untuk menghalau massa yang mencoba masuk ke halaman.

Tinggi pagar pun ditambahi.

Tiang setinggi hampir dua meter di beberapa titik pagar dipasang lalu dililit dengan kawat berduri.

Pengerjaan itu terpantau dilakukan sejak dua hari belakngan ini.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rahim, menyebut penguatan dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi kerusakan seperti yang terjadi di aksi demonstrasi sebelumnya.

“Tiang besi hampir dua meter kita sambung ke pondasi pagar utama, jadi lebih kuat dan tidak mudah didorong atau dirusak,” jelas Edwin dalam laporan Kata Kaltim.

Pemasangan kawat berduri dan pagar besi untuk mengamankan kantor Gubernur Kaltim, jelang aksi 21 April besok. (facebook/smrdot)
Pemasangan kawat berduri dan pagar besi untuk mengamankan kantor Gubernur Kaltim, jelang aksi 21 April besok. (facebook/smrdot)

Langkah ini diambil setelah pagar pembatas di kawasan tersebut sempat roboh saat aksi demonstrasi sebelumnya.

Selain penguatan fisik, Pemprov Kaltim juga menggelar simulasi pengamanan bersama aparat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan di lapangan.

“Dalam rangka simulasi persiapan untuk tanggal 21 April 2026, berkaitan dengan unjuk rasa penyampaian aspirasi dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur,” kata Edwin.

Simulasi difokuskan pada pemetaan titik rawan, termasuk potensi kemacetan dan kondisi di luar kendali.

Namun, penggunaan water canon belum menjadi bagian dari skenario.

“Kita simulasi bersama Polri untuk menentukan titik-titik yang berpotensi terjadi kemacetan dan potensi lain di luar kendali. Tapi untuk penggunaan water canon, itu belum,” sambungnya.

Sejumlah lokasi diprediksi menjadi titik konsentrasi massa, di antaranya jalur menuju Kantor Gubernur, Jalan Gajah Mada, serta Jalan Merapi di sekitar Kantor Bank Indonesia.

Kawasan DPRD Kaltim juga masuk dalam prioritas penjagaan.

“Ada penjagaan juga di DPRD Kaltim. Kita bagi personel bersama TNI dan Polri,” ucapnya.

Untuk mendukung pengamanan, sekitar 1.897 personel gabungan dari Satpol PP, kepolisian, TNI, dan perangkat daerah lainnya disiagakan.

“Kalau keseluruhan kurang lebih 1.897 personel yang akan melakukan pengamanan kegiatan unjuk rasa tanggal 21 April,” ujar Edwin.

Pemerintah berharap aksi dapat berlangsung tertib dan damai tanpa mengganggu ketertiban umum maupun merusak fasilitas.

“Harapannya tentu aksi bisa berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” tandas Edwin.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemprov Kaltim optimistis pelaksanaan aksi unjuk rasa pada 21 April dapat berjalan kondusif.