BERAU TERKINI — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendukung pengoperasian bank sampah sebagai inovasi pengelolaan sampah kering.

Inisiatif yang diusung warga RT 8 Kelurahan Karang Ambun ini menerapkan sistem pengelolaan sampah secara kolektif. 

Masyarakat diajak memilah sampah dari rumah, menyetorkannya ke bank sampah, lalu mendapatkan imbalan berupa uang tabungan. 

Sampah olahan tersebut kemudian disulap menjadi beragam produk bernilai ekonomis, seperti gantungan kunci hingga jepitan rambut.

WhatsApp Image 2026 11 03 at 18.40.43

Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah, dan Limbah B3 DLHK Berau, Irwadi Ahmadi Siregar, menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi komunitas inovatif tersebut. 

Pembinaan yang dilakukan DLHK bahkan telah menjangkau kawasan Pulau Maratua serta melibatkan produk warga dalam ajang Berau Expo.

“Kami kenalkan produk mereka, kami berikan panggung kepada mereka untuk memperkenalkan, terus memperagakan bagaimana mengolah sampah plastik itu menjadi barang bernilai ekonomis. Jadi kami memang pastinya sangat support ya,” jelas Irwadi.

Ia berharap keberhasilan inovasi ini memicu berdirinya bank sampah baru di tiap RT, kelurahan, maupun kecamatan. 

Keberadaan bank sampah dinilai sangat efektif mengurangi volume sampah kering yang sulit terurai sekaligus memberdayakan ekonomi warga.

“Kami berharap itu banyak bank sampah-bank sampah lain yang dibentuk baru, maupun bank sampah yang sudah existing itu melakukan pengolahan atau pendaur ulangan sampah,” tutupnya. (*)